Satu Suara Bangsa

Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 21.23

Diperbarui: 16 Agu 2026, 21.23

Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdiri dan beroperasi dengan baik di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Penguatan koperasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi hingga tingkat desa.

Target itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik,” ujar Prabowo.

10.000 Koperasi Telah Berdiri dan Beroperasi

Prabowo menyebut pemerintah sejauh ini telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan sekitar 10.000 Koperasi Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal.

Pemerintah akan terus mempercepat pengembangan koperasi agar target 30.000 unit dapat dicapai pada akhir tahun.

Menurut Prabowo, Koperasi Merah Putih menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi masyarakat dalam kegiatan ekonomi sekaligus membangun sistem distribusi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

“Dengan koperasi Merah Putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri, sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar,” katanya.

Perkuat Rantai Pasok dari Tingkat Desa

Keberadaan Koperasi Merah Putih diarahkan menjadi bagian dari penguatan rantai pasok nasional. Melalui koperasi, pemerintah ingin membangun jalur distribusi yang lebih terorganisasi sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat disalurkan secara lebih efektif.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak menolak mekanisme pasar. Namun, menurutnya, diperlukan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat untuk mencegah terjadinya manipulasi yang dapat merugikan rakyat.

Koperasi karena itu ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Barang Subsidi Akan Disalurkan Melalui Koperasi

Selain memperkuat rantai pasok, pemerintah merencanakan penyaluran barang-barang bersubsidi melalui Koperasi Merah Putih.

Kebijakan tersebut diarahkan agar subsidi yang menggunakan anggaran negara dapat diterima masyarakat sesuai peruntukannya dan tidak dialihkan menjadi komoditas untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Subsidi adalah uang rakyat. Barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan,” tegas Prabowo.

Melalui sistem tersebut, koperasi diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebijakan subsidi pemerintah dan masyarakat penerima manfaat di tingkat lokal.

Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Target pengoperasian 30.000 Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari agenda pemerintah memperkuat struktur ekonomi dari tingkat desa.

Selain menjadi saluran distribusi, koperasi diharapkan mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap barang yang dibutuhkan.

Dengan percepatan pembangunan dan pengoperasian KDMP sepanjang 2026, pemerintah menargetkan manfaat koperasi semakin luas dirasakan masyarakat sekaligus membangun fondasi ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait