Satu Suara Bangsa

PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Kalimantan, Pasokan Ditargetkan Berangsur Normal Awal Agustus

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

29 Jul 2026, 11.095 dibaca

Diperbarui: 29 Jul 2026, 12.08

PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Kalimantan, Pasokan Ditargetkan Berangsur Normal Awal Agustus
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Kalimantan, Pasokan Ditargetkan Berangsur Normal Awal Agustus
BANJARBARU – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya pemulihan sistem kelistrikan pada Sistem Interkoneksi Kalimantan menyusul gangguan yang terjadi di sejumlah unit pembangkit. Bersama pengelola pembangkit dan berbagai pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis guna mempercepat normalisasi pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Gangguan tersebut terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP). Kondisi itu mengakibatkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada keterbatasan suplai listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, mengatakan bahwa seluruh tim saat ini bekerja secara intensif untuk mempercepat penyelesaian perbaikan pada unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan.

“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan,” ujar Iwan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, PLN juga terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kualitas hasil perbaikan.

“Dengan progres yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada Minggu pertama Agustus 2026, seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman,” jelasnya.

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di wilayah tertentu sebagai langkah menjaga stabilitas Sistem Interkoneksi Kalimantan. Kebijakan tersebut dilakukan agar sistem tetap andal sekaligus memberikan ruang bagi penyelesaian pekerjaan perbaikan di seluruh unit pembangkit yang terdampak.

PLN juga memastikan terus memantau perkembangan proses pemulihan di setiap lokasi pembangkit dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Di sisi lain, PLN mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses pemulihan dengan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak pukul 18.00–21.00 WITA. Pelanggan diimbau mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan pada suhu di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan hemat energi guna membantu menjaga keseimbangan sistem.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal,” tutup Iwan.

PLN turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan tersebut. Perusahaan menegaskan seluruh personel di lapangan terus bekerja maksimal hingga seluruh unit pembangkit kembali beroperasi secara normal, sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera pulih sepenuhnya.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait