Petani Tabalong Terapkan Pengendalian Hama Terpadu Pascapelatihan BPTPH
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

TABALONG — Kelompok tani di Kelurahan Pembataan mulai menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) setelah mengikuti pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang diinisiasi UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kabupaten Tabalong.
Kepala UPTD BPTPH Kabupaten Tabalong, Dony Tugas Prasetyo mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian hama maupun penyakit tanaman secara efektif dan ramah lingkungan.
“Kita ingin meningkatkan pemahaman petani dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan secara efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Dony, Selasa.
Dalam pelatihan itu, petani dibekali teknik budidaya tanaman sehat, metode pengamatan OPT, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman secara berkelanjutan. Salah satu materi yang diberikan yakni penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus menekan serangan penyakit.
Metode perendaman benih padi menggunakan larutan PGPR diyakini mampu memacu pertumbuhan tanaman serta mencegah serangan jamur patogen pada tanaman padi.
Varietas padi yang dibudidayakan petani di Kelurahan Pembataan antara lain Inpari 32, Inpari 9, dan Mekongga. Adapun jenis gangguan yang kerap menyerang meliputi jamur Pyricularia oryzae penyebab penyakit blas, serta hama burung manyar, burung pipit, tikus sawah, dan penggerek batang padi.
Selain itu, petani juga mendapat edukasi mengenai pemanfaatan tanaman refugia sebagai habitat musuh alami hama serta penggunaan Trichocompost sebagai pupuk organik untuk memperbaiki kondisi tanah.
“Petani juga mendapat edukasi pemanfaatan refugia sebagai habitat musuh alami hama serta penggunaan Trichocompost sebagai pupuk organik yang dapat membantu memperbaiki kondisi tanah,” tambah Dony.
Pelatihan turut menekankan pentingnya penggunaan pestisida secara bijak dan sesuai dosis agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan maupun lingkungan.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Alfi Sahriyanor dan Eka Retno memberikan pendampingan terkait penerapan PHT untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian.
Kegiatan tersebut melibatkan Brigade Perlindungan Tanaman Kecamatan Murung Pudak, penyuluh pertanian setempat, serta tim UPTD BPTPH Kabupaten Tabalong.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
