Satu Suara Bangsa

Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Riau Aman, Tambahan Kuota dan Distribusi Diperkuat

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

28 Jul 2026, 10.5014 dibaca

Diperbarui: 28 Jul 2026, 11.53

Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Riau Aman, Tambahan Kuota dan Distribusi Diperkuat
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Riau Aman, Tambahan Kuota dan Distribusi Diperkuat
PEKANBARU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan Biosolar di Provinsi Riau dalam kondisi aman meski terjadi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, alokasi Biosolar pada Triwulan III Tahun 2026 telah ditambah lebih dari 10 ribu kiloliter (KL).

Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan penyaluran Biosolar di Riau terus mengalami peningkatan. Dibandingkan April 2026, volume penyaluran hingga akhir Juli tercatat naik sekitar 20 persen, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Kondisi kebutuhan solar di Riau, kami sudah melakukan peningkatan yang cukup besar. Bisa dilihat bahwa tren dari bulan April sampai hari ini ada peningkatan kurang lebih sekitar 20 persen penyalurannya," ujar Wilson, Senin (27/7/2026).

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina meminta seluruh SPBU memperpanjang jam operasional, menambah jalur pengisian (nozzle), serta mempercepat proses distribusi BBM agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

"Kami meminta SPBU melakukan penyaluran lebih panjang waktunya, melakukan penambahan jalur, dan penambahan jam operasional agar dapat melayani masyarakat lebih cepat," katanya.

Wilson juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, penguatan stok terus dilakukan, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga hingga kawasan kepulauan seperti Bengkalis, Rupat, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Pertamina memproyeksikan penyaluran Biosolar selama Juli 2026 mencapai hampir 100 ribu KL per bulan. Tambahan kuota dari regulator dinilai mampu mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Menurut Wilson, antrean di sejumlah SPBU bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya meningkatnya konsumsi Biosolar, perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi yang mendorong peralihan konsumsi, serta bertambahnya kendaraan logistik dari daerah tetangga yang mengisi penuh BBM di wilayah Riau sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain memperkuat pasokan, Pertamina juga menerapkan berbagai strategi distribusi, seperti pengiriman BBM lebih awal ke SPBU, penambahan armada mobil tangki, hingga penyesuaian jam operasional terminal BBM agar penyaluran berlangsung lebih cepat. Langkah tersebut juga diterapkan saat berlangsung berbagai kegiatan daerah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Di sisi lain, Fuel Terminal Manager Sei Siak, Yokky Firza Sukma Hendra, memastikan stok Biosolar di Terminal BBM Sei Siak berada dalam kondisi sangat aman dengan cadangan sekitar delapan hari. Kapal pengangkut juga telah disiapkan sebagai buffer stock apabila terjadi lonjakan permintaan.

"Artinya, bahkan ketika stok masih penuh, kapal penyuplai solar sudah datang untuk mengantisipasi apabila terjadi throughput atau permintaan yang lebih tinggi," ujarnya.

Ketua Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana, turut memastikan pasokan Biosolar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Riau, termasuk daerah pesisir yang dilayani melalui SPBU Kompak. Ia mengimbau masyarakat tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan karena pemerintah telah menambah kuota Biosolar dan Pertalite pada Triwulan III 2026.

"Kami mengimbau masyarakat tidak usah panik, lakukan pembelian seperti biasa. Alhamdulillah pada Triwulan III Biosolar dan Pertalite sudah mendapat tambahan kuota," ujarnya.

Pengawasan distribusi BBM subsidi juga terus diperketat melalui sistem barcode, pemantauan CCTV selama 24 jam, audit rutin, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi.

Sementara itu, Pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Azmi Aziz, mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai ketersediaan Biosolar. Ia mengimbau masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi serta tetap tenang karena pemerintah dan Pertamina terus berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi di seluruh wilayah Riau.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait