Penerimaan Pajak Melonjak 30 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Kian Kuat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 21 Agu 2026, 00.45

Jakarta – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Pemerintah melaporkan penerimaan pajak sepanjang Januari mencapai Rp116,2 triliun, meningkat 30,7 persen secara tahunan, yang dinilai menjadi indikator awal menguatnya aktivitas ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan total pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 tercatat Rp172,7 triliun, tumbuh 9,5 persen dibanding periode yang sama sebelumnya. Menurutnya, lonjakan penerimaan terutama ditopang sektor industri pengolahan dan perdagangan yang mencerminkan peningkatan produksi dan konsumsi masyarakat.
“Pertumbuhan pajak Januari mencapai 30,7 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan ada perbaikan ekonomi sekaligus peningkatan efisiensi pengumpulan pajak,” ujarnya dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Belanja Negara Ikut Dipercepat
Di sisi pengeluaran, pemerintah juga mempercepat realisasi belanja untuk menjaga momentum pertumbuhan. Hingga akhir Januari, belanja negara mencapai Rp227,3 triliun, naik 25,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Langkah percepatan belanja ini sengaja dilakukan sejak awal tahun guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi domestik. Pemerintah memfokuskan belanja pada program prioritas sosial dan produktif, termasuk revitalisasi sekolah, bantuan sosial, pembangunan irigasi, serta program ketahanan pangan.
Salah satu program dengan serapan terbesar adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mengalokasikan Rp19,5 triliun hanya dalam satu bulan. Angka tersebut melonjak signifikan dibanding Januari 2025 yang tercatat Rp45 miliar.
Defisit Tetap Terkendali
Meski belanja meningkat tajam, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap sehat. Defisit APBN hingga Januari tercatat Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21 persen terhadap PDB, masih dalam batas aman sesuai desain APBN 2026.
Purbaya menegaskan kombinasi penerimaan yang meningkat dan belanja yang dipercepat menunjukkan APBN berfungsi optimal sebagai penopang stabilitas sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja terakselerasi, dan defisit terkendali, APBN tetap menjadi shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi sepanjang 2026,” tegasnya.
Optimisme Awal Tahun
Pemerintah menilai kinerja fiskal Januari menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi nasional berada di jalur pemulihan. Jika tren ini berlanjut, stabilitas fiskal diyakini mampu menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan menghadapi dinamika global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
