Satu Suara Bangsa

Pemprov NTB Siapkan Rekonstruksi 129 Rumah Desa Adat Sade Pascakebakaran

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

23 Agu 2026, 12.551 dibaca

Diperbarui: 23 Agu 2026, 12.55

Dokumentasi SOSBUD
Dok. SOSBUD Dokumentasi SOSBUD

MATARAM, 23 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan langkah tanggap darurat sekaligus skema rekonstruksi menyeluruh terhadap 129 rumah warga di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, yang terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Langkah pemulihan cepat ini diambil guna menjamin keselamatan warga terdampak serta menjaga keberlanjutan perkampungan tradisional yang menjadi salah satu ikon cagar budaya Suku Sasak.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus dimatangkan untuk memetakan kebutuhan rehabilitasi fisik perkampungan adat tersebut. Penanganan awal difokuskan pada penyediaan bantuan logistik, perlindungan sosial, dan penampungan sementara bagi ratusan kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.

Jamin Kebutuhan Dasar dan Pendidikan Anak

Pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan pasokan pangan, pakaian, air bersih, serta posko layanan kesehatan bagi seluruh warga yang terdampak insiden kebakaran. Selain bantuan fisik, pemantauan psikososial dan kepastian kelanjutan proses belajar mengajar anak-anak usia sekolah turut menjadi fokus penanganan utama agar aktivitas pendidikan tidak terputus.

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan. Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu," ujar Iqbal, Minggu (23/8/2026).

Pemulihan Kawasan Cagar Budaya Sasak

Skema rekonstruksi 129 unit rumah adat akan dirancang dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur vernakular dan nilai-nilai kearifan lokal Suku Sasak. Rencana pembangunan kembali kawasan permukiman ini akan melibatkan tokoh adat dan masyarakat setempat agar tata ruang serta struktur tradisional tetap terjaga.

Melalui sinergi lintas instansi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan pariwisata, Pemprov NTB menargetkan tahapan rehabilitasi dapat segera berjalan pascapembersihan puing material. Langkah pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan aktivitas sosial kemasyarakatan serta memulihkan ekosistem ekonomi pariwisata berbasis budaya di kawasan Desa Adat Sade.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait