Pemprov Jateng Gandeng Udinus Kampanye Stop Boros Pangan di Sekolah Dasar
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 5 Sep 2026, 17.55

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng civitas akademika Universitas Dian Nuswantoro untuk menggelar kampanye stop boros pangan berbasis media audiovisual yang menyasar siswa sekolah dasar di 23 sekolah di Kota Semarang.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan rektor perguruan tinggi se-Jawa Tengah, yang kemudian diimplementasikan melalui kolaborasi dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Dyah Lukisari menjelaskan, kampanye ini dilatarbelakangi temuan masih tingginya sampah pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Maka kita gandeng. Kami siapkan substansinya, Udinus menyiapkan dari sisi ilmu komunikasi dan IT. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemborosan pangan kerap terjadi karena berbagai faktor, mulai dari rasa makanan hingga ketidaksukaan siswa terhadap menu tertentu seperti sayuran. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang menarik dinilai penting untuk mengubah perilaku siswa sejak dini.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Udinus, Dr. Pujiono, menyebut sebanyak 230 mahasiswa dilibatkan dalam program ini untuk menyusun materi kampanye. “Penyampaian pesan bisa melalui animasi, video, maupun tulisan, yang disesuaikan dengan usia siswa SD,” katanya.
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Riyan Eko Prasetyo, menilai kolaborasi ini sebagai terobosan untuk memperkuat efektivitas program MBG sekaligus mengurangi pemborosan pangan. “Output-nya menjadi data bagi kami sebagai bahan evaluasi pada SPPG dalam produksi MBG, agar tidak menimbulkan pemborosan pangan,” jelasnya.
Secara nasional, isu sampah pangan menjadi perhatian karena berdampak pada ketahanan pangan dan lingkungan. Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah juga membutuhkan pengelolaan konsumsi yang efisien agar tujuan peningkatan gizi tidak diiringi pemborosan.
Dari sisi dampak, kampanye ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih bijak pada anak sejak usia dini, sekaligus menekan volume sampah makanan di sekolah. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan nilai tambah berupa inovasi komunikasi yang lebih kreatif dan adaptif.
Ke depan, pemerintah daerah bersama BGN akan mengevaluasi hasil kampanye tersebut sebagai dasar pengembangan program serupa di wilayah lain, sekaligus memperbaiki pelaksanaan MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
