Pemkot Jayapura Minta Dapur MBG Perketat Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 10 Agu 2026, 11.17

Abisai mengatakan MBG merupakan program prioritas pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian pada masa pertumbuhan dan perkembangan.
“Sehingga pelaksanaan program MBG di Kota Jayapura harus mengutamakan kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan demi melindungi kesehatan para penerima manfaat,” kata Abisai.
Menurut dia, pengawasan harus dilakukan pada seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan dan penyimpanan bahan baku, kebersihan tempat pengolahan, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Standar tersebut diperlukan agar tujuan peningkatan asupan gizi melalui MBG dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.
Produksi dan Distribusi Makanan Harus Terukur
Pemkot Jayapura menekankan pengelola SPPG perlu memperhitungkan waktu antara proses produksi dan pendistribusian makanan. Makanan harus sampai kepada penerima manfaat dalam kondisi segar, sehat, dan layak konsumsi sehingga kualitasnya tidak menurun akibat penyimpanan atau distribusi yang terlalu lama.
“Seluruh proses pengolahan makanan harus dilakukan secara bersih dan aman, mulai dari tempat memasak, penyimpanan bahan makanan, proses memasak, hingga pendistribusian makanan ke sekolah maupun lokasi pelayanan,” ujar Abisai.
Pengelola dapur juga diminta memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara profesional. Penerapan standar kebersihan secara konsisten menjadi bagian penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG.
Program tersebut tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui pelayanan posyandu. Karena penerima manfaat mencakup kelompok anak dan ibu, kualitas makanan menjadi unsur penting yang harus dijaga selama program berlangsung.
MBG Diharapkan Tingkatkan Kualitas SDM
Abisai menjelaskan tujuan utama MBG adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Pemenuhan kebutuhan gizi secara baik diharapkan mendukung pertumbuhan fisik, kesehatan, konsentrasi belajar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Karena itu, pelaksanaan MBG perlu memastikan makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi. Pengendalian kualitas dari dapur hingga makanan diterima masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga manfaat program.
Pemerintah Kota Jayapura juga menekankan perlunya evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program sehingga persoalan yang muncul dapat segera ditangani dan menjadi bahan perbaikan tata kelola.
Bahan Pangan Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok MBG
Selain memperketat keamanan pangan, Pemkot Jayapura mendorong SPPG memanfaatkan hasil produksi petani dan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan baku MBG. Komoditas seperti telur, daging ayam, sayuran, dan kebutuhan pangan lainnya diharapkan dapat dipasok dari produsen di Kota Jayapura.
“Kami juga mendorong agar kebutuhan bahan baku MBG seperti telur, daging ayam, sayuran, dan komoditas lainnya, dipasok dari petani dan peternak lokal di Kota Jayapura,” kata Abisai.
Pemanfaatan produk lokal diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi program MBG, kebijakan tersebut dapat memperluas pasar bagi petani dan peternak, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memperkuat rantai pasok pangan di daerah.
Pemkot Dorong MBG Aman dan Berkelanjutan
Pelaksanaan standar kebersihan dan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan MBG di Kota Jayapura. Pengelola SPPG memiliki tanggung jawab memastikan makanan diproduksi dan didistribusikan sesuai standar sehingga manfaat pemenuhan gizi dapat diterima masyarakat secara optimal.
Pada saat yang sama, keterlibatan petani dan peternak lokal dalam rantai pasok membuka peluang agar dampak program tidak berhenti pada aspek pemenuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pemkot Jayapura akan terus mendorong pengelola dapur MBG bekerja secara profesional dengan mengutamakan kualitas, kebersihan, ketepatan distribusi, dan keamanan makanan. Langkah tersebut diharapkan memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, melindungi kesehatan penerima manfaat, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Jayapura.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TMMD ke-129 Palembang Kebut Pembangunan Jalan 750 Meter untuk Perkuat Akses Warga
PALEMBANG, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus mempercepat pembangunan jalan sepanjang 750 meter di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, K

Satgas TMMD dan Warga Kesongo Bersihkan Sungai Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BOJONEGORO, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro bersama masyarakat Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bergotong ro

TMMD ke-129 Ponorogo Dikebut Dansatgas Pastikan Seluruh Proyek Rampung Tepat Waktu
PONOROGO, 10 AGUSTUS 2026 — Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Artileri Pertahanan Udara Farouk Saputra meninjau langsung pro
