Pemkab Ketapang Perkuat Sinergitas Aparat Tuntaskan Kasus Teror di Air Upas
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

KETAPANG — Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama sinergitas aparat setempat yang melibatkan TNI, Polri, dan unsur terkait menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penanganan kasus teror di Kecamatan Air Upas, Selasa (7/4/2026). Langkah ini diambil menyusul rangkaian aksi yang meresahkan warga sejak Februari 2025 hingga April 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sedikitnya 37 kejadian di Desa Petuakan dan Desa Gahang, meliputi 30 kasus pembakaran pondok, 4 penembakan menggunakan senjata angin, 2 pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian. Mayoritas insiden terjadi pada malam hari, antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.
Bupati Ketapang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam percepatan penanganan kasus dengan memperkuat koordinasi lintas aparat. “Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah aparat di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan perangkat daerah untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak serta mengajak warga menjaga stabilitas wilayah. “Kita jaga Ketapang ini bersama-sama. Penanganan kasus ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, aparat gabungan terus melakukan berbagai upaya, mulai dari penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara, hingga pemeriksaan sejumlah saksi. Selain itu, tim khusus juga dibentuk untuk melakukan penjagaan dan pengintaian, termasuk penyisiran wilayah serta penggunaan anjing pelacak guna membantu mengungkap pelaku.
“Upaya lain yang kami lakukan meliputi patroli rutin di wilayah terdampak serta pengembangan terhadap terduga pelaku,” ujar salah satu perwakilan aparat dalam rapat tersebut.
Dalam perkembangan penanganan, aparat telah mengamankan dua pelaku yang telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Namun, pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Rangkaian aksi teror yang berlangsung lebih dari satu tahun ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada rasa aman masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Intensitas kejadian yang dominan terjadi pada malam hari juga menunjukkan pola yang terencana, sehingga membutuhkan penanganan terkoordinasi lintas sektor.
Penguatan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pengungkapan kasus. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi dinilai krusial untuk mendukung proses penegakan hukum.
Ke depan, pemerintah daerah bersama aparat gabungan akan meningkatkan patroli terpadu, memperluas pengawasan wilayah rawan, serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat guna memastikan situasi keamanan kembali kondusif secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
