Pemkab Batang Siapkan Pasokan Air Bersih Gratis, Antisipasi Dampak Kekeringan Musim Kemarau
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 22 Jul 2026, 09.33

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan kesiapan pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi krisis air bersih sekaligus menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sendang Kamulyan dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyiapkan distribusi air bersih secara gratis apabila diperlukan.
"Musim kemarau mulai terasa menyengat. Akan tetapi, terkait pemenuhan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih sudah kami pastikan siap disalurkan secara gratis," ujar Wawan.
Menurutnya, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan mengenai kelangkaan air bersih dari masyarakat. Kondisi tersebut didukung oleh masih terjaganya kawasan hutan di sejumlah wilayah dataran tinggi yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak memperluas lahan pertanian dengan mengorbankan kawasan hutan. Upaya menjaga tutupan hutan dinilai penting untuk mempertahankan kemampuan tanah menyerap air sehingga risiko kekeringan dapat diminimalkan.
"Dengan menambah area pertanian, misalnya tanaman kentang, berarti mengurangi area hutan. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan agar fungsi resapan air tetap terpelihara," jelasnya.
Berdasarkan pemetaan BPBD, sejumlah kecamatan yang memiliki potensi mengalami kekeringan saat musim kemarau antara lain Limpung, Batang, Wonotunggal, Bandar, Kandeman, Warungasem, Subah, dan Pecalungan.
Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan apabila kondisi kekeringan mulai terjadi di wilayah tersebut, distribusi air bersih akan segera dilakukan melalui kerja sama dengan PDAM tanpa membebani masyarakat.
"Jika sewaktu-waktu ada desa yang mulai mengalami kekeringan, kami telah menjalin kerja sama penuh dengan PDAM untuk menyuplai air bersih kepada masyarakat tanpa dipungut biaya," tegas Wawan.
Melalui langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi, sekaligus mendorong kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari upaya mitigasi bencana kekeringan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
