Pemkab Batang Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Tahun Ini
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 14.09

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Willopo mengatakan proses pemenuhan Readiness Criteria sebagai syarat pembangunan telah memasuki tahap akhir. Saat ini pemerintah daerah tinggal menyelesaikan dua dokumen utama, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
"Pemenuhan dokumen Readiness Criteria Sekolah Rakyat sudah hampir selesai. Tinggal Andalalin dan AMDAL. Untuk Andalalin sudah ada SPK dan SPMK sehingga proses penyusunannya sudah berjalan. Harapannya pada akhir Agustus dokumen Andalalin bisa selesai," ujar Willopo.
Ia menjelaskan, penyusunan dokumen AMDAL juga terus mengalami perkembangan. Setelah melalui dua kali proses reviu, dokumen tersebut selanjutnya akan memasuki tahapan lelang sehingga seluruh persyaratan pembangunan dapat segera dipenuhi.
Selain aspek administrasi, Pemerintah Kabupaten Batang juga telah menyiapkan lokasi pembangunan. Bangunan yang sebelumnya berada di kawasan tersebut telah dibongkar, sementara lahan telah diratakan sebagai bagian dari persiapan pekerjaan konstruksi.
"Lokasinya sudah diratakan. Insyaallah lahannya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat," jelasnya.
Menurut Willopo, pemerintah daerah terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, baik di tingkat pusat maupun Balai Pelaksana di Semarang, guna memantau perkembangan proses pembangunan dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Ia optimistis pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Batang dapat dimulai pada tahun ini setelah seluruh persyaratan administrasi dan proses pengadaan selesai dilaksanakan.
"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian. Tinggal menunggu proses dari pusat. Insyaallah, bismillah, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dapat dimulai," katanya.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Batang direncanakan mampu menampung sekitar 300 siswa mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini dirancang sebagai sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Batang bersama pemerintah pusat berharap dapat memperluas akses pendidikan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
