Pemerintah Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juli 2026, Dukung Daya Saing dan Efisiensi Energi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 4 Sep 2026, 14.43

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada dinamika harga minyak dunia, nilai tukar, serta mekanisme penetapan harga sesuai regulasi pemerintah.
Beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, terutama untuk bahan bakar beroktan tinggi dan solar berkualitas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional masyarakat maupun dunia usaha.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter, atau turun sekitar Rp1.450 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite (CN 51) turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, atau mengalami penurunan sekitar Rp3.300 per liter.
Selain BBM kendaraan, Pertamina juga menurunkan harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta dari Rp22.190 menjadi Rp19.190 per liter, yang berpotensi mendukung efisiensi biaya operasional sektor penerbangan.
Sementara itu, harga BBM yang banyak digunakan masyarakat tetap dipertahankan. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 tetap Rp17.000 per liter, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, dan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan melalui mekanisme evaluasi rutin dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, kondisi pasar energi internasional, aspek fiskal pemerintah, serta daya beli masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut telah dikoordinasikan bersama pemerintah agar harga BBM tetap kompetitif sekaligus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan energi dan kondisi perekonomian nasional.
Selain memberikan harga yang lebih kompetitif, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga mampu memberikan performa mesin yang optimal serta efisiensi konsumsi bahan bakar bagi pengguna.
Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 1 Juli 2026 (DKI Jakarta):
Jenis BBM Harga Pertalite Rp10.000/liter Solar Subsidi Rp6.800/liter Pertamax (RON 92) Rp16.250/liter Pertamax Green 95 Rp17.000/liter Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.300/liter Dexlite (CN 51) Rp19.700/liter Pertamina Dex (CN 53) Rp21.150/literPenurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap biaya operasional sektor transportasi, logistik, industri, hingga penerbangan, sekaligus menjaga daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika pasar energi global. Kebijakan tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah dan Pertamina untuk menghadirkan pasokan energi yang berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
