Pemerintah Tertibkan Lokasi Kopdes Merah Putih Target 35 Ribu Unit Beroperasi September 2026
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 16.53

Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan masih ditemukan sejumlah pembangunan Kopdes yang lokasinya dinilai kurang tepat, termasuk beberapa unit yang berada di kawasan pegunungan.
“Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi seperti pembangunan di gunung-gunung ada satu dua atau berapa banyak, nanti kita akan tertibkan,” ujar Zulhas dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih berjalan sesuai ketentuan dan tujuan awal program.
35 Ribu Kopdes Ditargetkan Selesai Akhir Agustus
Di tengah proses evaluasi, pemerintah terus mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Sebanyak 35.000 unit ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
Setelah pembangunan selesai, puluhan ribu Kopdes tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026 untuk mendukung kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Pembangunan juga akan dilanjutkan pada 2027. Zulhas memperkirakan sekitar 30.000 hingga 35.000 desa dapat kembali diselesaikan pada tahun depan.
Target tersebut menunjukkan pembangunan Kopdes dilakukan secara bertahap sembari memastikan setiap fasilitas dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.
Kopdes Disiapkan Jadi Infrastruktur Ekonomi Desa
Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih tidak hanya disiapkan sebagai fasilitas koperasi, tetapi juga diarahkan menjadi salah satu infrastruktur pemerintah di tingkat desa.
Koperasi tersebut diharapkan dapat berperan sebagai offtaker produk masyarakat desa, sehingga hasil produksi lokal memiliki saluran pemasaran dan distribusi yang lebih terorganisasi.
“Sekarang kita sedang bekerja keras, mohon dukungannya agar Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker sebagaimana disampaikan Bapak Presiden tadi,” kata Zulhas.
Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi desa sekaligus membangun rantai distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Evaluasi Lokasi untuk Pastikan Manfaat Tepat Sasaran
Pemerintah menegaskan percepatan pembangunan tetap harus diikuti dengan evaluasi terhadap ketepatan lokasi. Kopdes yang ditemukan dibangun di lokasi tidak sesuai akan dikoreksi dan ditertibkan.
Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas yang dibangun dapat diakses masyarakat dan berfungsi sesuai dengan kebutuhan ekonomi desa, bukan sekadar mengejar jumlah pembangunan.
Dengan target 35.000 unit selesai pada akhir Agustus dan mulai beroperasi September 2026, pemerintah akan melanjutkan pembangunan sekaligus pembenahan agar Kopdes Merah Putih dapat berfungsi sebagai penggerak kegiatan ekonomi dan penyerapan produk masyarakat di tingkat desa.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG
SLEMAN, 14 AGUSTUS 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Kapanewon Seyegan, memperkuat pengawasan kualitas bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengaw

BGN Terapkan Batas Konsumsi MBG Maksimal Empat Jam Perkuat Keamanan Pangan Siswa
JAKARTA, 11 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan ketentuan baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan makanan dikonsumsi maksimal empat jam setelah selesai dim

Pemkab Seluma Matangkan Sekolah Rakyat Pembangunan Ditargetkan Mulai 2027
SELUMA, 15 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Kabupaten Seluma, Bengkulu, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional. Berbagai dokumen dan persyaratan kini dile
