Pemerintah Terbitkan Global Bond US$ 3,4 Miliar, Purbaya Optimistis Rupiah Menguat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah akan menerbitkan obligasi global atau global bond dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan euro dengan total nilai sekitar US$ 3,4 miliar pada pekan ini. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat pasokan devisa dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.
Purbaya menjelaskan, penerbitan surat utang global itu mendapat sambutan positif dari investor internasional meskipun pasar global tengah dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia.
“Saya punya senjata tambahan lagi. Saya minggu ini jual obligasi asing, global bond ya. Sebagian dolar, sebagian euro,” ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026).
Dari total penerbitan tersebut, sekitar US$ 2 miliar berasal dari obligasi denominasi dolar AS, sedangkan sekitar US$ 1,25 miliar berasal dari obligasi euro. Dana hasil penerbitan diperkirakan mulai masuk ke pasar domestik pada pekan depan.
“Kalau itu masuk ke sini minggu depan, itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi, saya tekankan lagi, rupiah akan menguat,” katanya.
Menurut Purbaya, obligasi global yang diterbitkan pemerintah memiliki tenor lima tahun dan 10 tahun. Namun, ia menilai hal paling penting adalah tetap tingginya kepercayaan investor asing terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai potensi krisis ekonomi, minat investor internasional terhadap surat utang Indonesia disebut tetap kuat. Hal tersebut terlihat dari tingkat imbal hasil (yield) obligasi yang relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Ketika orang-orang di Indonesia asing ribut, katanya kita mau krisis, ternyata asing masih percaya ke kita. Yield-nya tuh enggak naik, artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat,” ujar Purbaya.
Pemerintah berharap penerbitan global bond ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa dan stabilitas rupiah, tetapi juga menjadi sinyal positif terhadap persepsi pasar internasional atas ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
