Satu Suara Bangsa

Pemerintah Siapkan Masterplan Reaktivasi 14 Ribu Kilometer Rel Kereta untuk Perkuat Konektivitas Nasional

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Jul 2026, 16.275 dibaca

Diperbarui: 25 Jul 2026, 09.28

Pemerintah Siapkan Masterplan Reaktivasi 14 Ribu Kilometer Rel Kereta untuk Perkuat Konektivitas Nasional
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Pemerintah Siapkan Masterplan Reaktivasi 14 Ribu Kilometer Rel Kereta untuk Perkuat Konektivitas Nasional
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan masterplan pengembangan jaringan perkeretaapian nasional yang mencakup pembangunan jalur baru serta reaktivasi rel kereta yang tidak lagi beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan penyusunan masterplan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tetapi pasif selama ini hingga 14 ribu kilometer dalam sekian puluh tahun ke depan," ujar AHY dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta.

AHY menjelaskan pemerintah akan mempelajari pengalaman Jepang sebagai salah satu referensi dalam pengembangan sistem perkeretaapian nasional. Menurutnya, Jepang memiliki karakteristik geografis yang relatif serupa dengan Indonesia sebagai negara kepulauan serta berhasil membangun jaringan kereta yang luas dan terintegrasi.

"Kalau kita menggunakan benchmark Jepang misalnya, sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia, mereka mengembangkan kereta dengan begitu luas jaringannya sampai bisa digunakan oleh masyarakat di pulau-pulau utama mereka," katanya.

Pemerintah berharap perluasan jaringan rel kereta dapat memperkuat sistem transportasi nasional, terutama untuk mendukung distribusi logistik yang lebih efisien. Pengalihan sebagian angkutan barang dari jalan raya ke moda kereta api dinilai mampu meningkatkan kelancaran distribusi sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan.

Selain memperkuat konektivitas, pengembangan jaringan kereta juga diproyeksikan memberikan manfaat bagi upaya pengurangan emisi karbon. AHY menyebut pengembangan moda transportasi berbasis rel berpotensi menekan emisi hingga 4,2 juta ton karbon dioksida (CO₂).

"Dengan mengembangkan kereta, kita bisa mengurangi 4,2 juta ton CO₂. Selain itu, kita juga bisa mengurangi penggunaan jalan raya bagi transportasi logistik. Ini penting untuk kita kawal bersama-sama," ujarnya.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 7.000 kilometer jaringan rel kereta api yang sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa. Melalui masterplan baru tersebut, pemerintah menargetkan pemerataan pembangunan infrastruktur perkeretaapian ke berbagai wilayah agar manfaat transportasi massal dan logistik dapat dirasakan lebih luas.

Pengembangan jaringan rel kereta menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sistem transportasi nasional yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya konektivitas antardaerah, pemerintah berharap mobilitas masyarakat, distribusi barang, pertumbuhan ekonomi kawasan, serta daya saing nasional dapat terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait