Pemerintah Siagakan Rp5 Triliun untuk Penanganan Bencana, Anggaran Bisa Ditambah Sesuai Kebutuhan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 18 Agu 2026, 16.27

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Purbaya, mekanisme pembiayaan penanganan bencana dirancang agar pemerintah dapat merespons kebutuhan secara cepat setelah menerima pengajuan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” ujarnya.
BNPB Siagakan Rp500 Miliar
Selain sekitar Rp5 triliun yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB memiliki sekitar Rp500 miliar dana siap pakai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat.
“Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” kata Purbaya.
Ketersediaan anggaran menjadi penting di tengah penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan pembiayaan dibutuhkan mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat.
Pemulihan Listrik Capai 88 Persen Pelanggan
Di NTT, pemulihan layanan dasar terus dilakukan. Berdasarkan data yang disampaikan, 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik di wilayah terdampak telah pulih.
PT PLN (Persero) juga menyediakan penerangan darurat, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan perbaikan jaringan komunikasi. Pemulihan kedua layanan tersebut diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, koordinasi penanganan bencana, dan kegiatan ekonomi.
Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara karena kondisi geografis NTT membuat sejumlah wilayah terdampak sulit dijangkau.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan logistik dipusatkan melalui posko utama di Labuan Bajo dan Maumere sebelum didistribusikan menuju kabupaten terdampak.
Untuk menjangkau wilayah kepulauan, pemerintah mengerahkan kapal Pelni dan kapal feri. Sebanyak enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter yang mendukung evakuasi medis.
Penanganan Mulai Bergeser ke Tahap Pemulihan
Pemerintah mulai menggeser sebagian penanganan dari fase tanggap darurat menuju pemulihan. Pendataan kerusakan rumah dilakukan secara bertahap agar proses perbaikan tidak harus menunggu seluruh pendataan selesai.
“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” ujar Suharyanto di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026).
Hingga Senin, berdasarkan data dalam laporan tersebut, BNPB mencatat 54 orang meninggal dunia akibat gempa, sementara pendataan korban luka dan kerusakan masih berlangsung.
Kesiapan dana, pemulihan layanan dasar, distribusi logistik, serta percepatan perbaikan rumah diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat sehingga warga terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

BGN Tutup 1.300 Dapur MBG Tak Penuhi Standar, Test Kit Kimiawi Disiapkan Cegah Keracunan
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menutup 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tida

TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Ambon
AMBON, 18 AGUSTUS 2026 — TNI Angkatan Laut melalui tim gabungan pengamanan Pelabuhan Pelni Kodaeral IX bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan sejumlah instansi terkait menggagalkan upaya p

Jaga Ruang Demokrasi dan Stabilitas saat BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjadwalkan aksi demonstrasi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (
