Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 29 Jul 2026, 11.43

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7/2026). Menurutnya, percepatan swasembada gula merupakan salah satu prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah peremajaan tanaman tebu yang telah melewati masa produktif, khususnya tanaman ratoon berusia 7 hingga 15 tahun. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung peningkatan produksi gula nasional.
"Arahan Presiden sangat jelas, swasembada gula putih harus tercapai paling lambat dua tahun. Karena itu, tanaman ratoon yang sudah tidak produktif akan dibongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan," ujar Amran.
Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah memastikan biaya peremajaan tanaman tebu akan ditanggung sehingga dapat meringankan beban petani. Kementerian Pertanian juga telah mengalokasikan sekitar Rp9 triliun untuk mendukung pengembangan perkebunan tebu melalui penyediaan bibit unggul, pengolahan lahan, serta berbagai program peningkatan produktivitas.
Pemerintah juga akan memperkuat modernisasi sektor pergulaan dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor bagi petani plasma. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mempercepat proses tanam dan panen.
Dalam mendukung target swasembada, pemerintah bersama PT Sinergi Gula Nusantara menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya peremajaan sekitar 298 ribu hektare kebun tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi mekanisasi pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan rendemen gula.
Di sektor hilir, pemerintah juga akan memperkuat tata kelola industri gula melalui peningkatan kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.
Amran menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas areal perkebunan tebu di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gula.
Ia juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara. Menurutnya, perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian kini diproyeksikan kembali mencatatkan kinerja positif seiring upaya pembenahan yang dilakukan.
"Transformasi ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Tahun depan kami berharap kinerjanya meningkat lagi dengan target keuntungan minimal Rp750 miliar," katanya.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan program swasembada gula, termasuk memastikan seluruh bantuan dan kebijakan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi petani tebu. Melalui peremajaan kebun, modernisasi budidaya, revitalisasi industri, dan penguatan kemitraan, pemerintah optimistis target swasembada gula putih dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
