Pemerintah Maksimalkan Jalur Diplomatik Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Israel
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus mengupayakan penyelamatan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza bersama Global Sumud Flotilla, meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran terus dimaksimalkan melalui negara-negara sahabat yang memiliki hubungan resmi dengan Israel, seperti Yordania dan Turki.
“Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Sembilan WNI tersebut diketahui ditangkap dalam waktu berbeda setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat tentara Israel di perairan Laut Mediterania saat membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Lima WNI yang lebih dulu dilaporkan ditangkap pada Senin (18/5/2026) yakni Andi Angga Prasadewa, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono. Sementara Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu yang sempat dinyatakan lolos dari intersepsi akhirnya juga ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.
Beberapa jam kemudian, dua WNI lainnya, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, turut mengunggah pesan darurat yang menyatakan mereka juga ditahan tentara Israel.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia telah meminta bantuan kepada sejumlah negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk membantu menyampaikan pesan dan memastikan kondisi para WNI.
“Kita juga sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Jordan, di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain ya. Rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan ini,” ujar Sugiono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu.
Menurut Sugiono, pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan tekanan diplomatik agar para WNI serta awak misi kemanusiaan lainnya segera dibebaskan.
“Karena mereka ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, khususnya di Gaza,” katanya.
Kemlu RI juga menegaskan Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
“Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne.
Pemerintah menjelaskan bahwa para WNI tersebut berada dalam kapal bantuan kemanusiaan yang hendak menuju Gaza sebelum akhirnya dicegat Israel di tengah perjalanan. Israel selama ini diketahui memberlakukan blokade ketat terhadap akses masuk ke Jalur Gaza, termasuk terhadap kapal bantuan internasional.
Sugiono menyebut para relawan kemungkinan telah memahami risiko yang akan dihadapi sejak awal keberangkatan mereka dalam misi tersebut.
“Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept, karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut untuk kepentingan apapun,” ujar Sugiono.
Kasus ini kembali menyoroti kompleksitas situasi kemanusiaan di Gaza yang hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional. Indonesia sendiri selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan aktif mendorong penyaluran bantuan kemanusiaan melalui berbagai forum internasional.
Pemerintah memastikan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama, termasuk dengan menyiapkan langkah antisipatif dan koordinasi lintas negara untuk mempercepat pemulangan para relawan ke Tanah Air.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
