Satu Suara Bangsa

Pemerintah Alokasikan Rp1,3 Miliar untuk Renovasi SDN Tanggirejo, Ditargetkan Rampung dalam 3–4 Bulan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Jul 2026, 17.22

Diperbarui: 26 Jul 2026, 17.22

Pemerintah Alokasikan Rp1,3 Miliar untuk Renovasi SDN Tanggirejo, Ditargetkan Rampung dalam 3–4 Bulan
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Pemerintah Alokasikan Rp1,3 Miliar untuk Renovasi SDN Tanggirejo, Ditargetkan Rampung dalam 3–4 Bulan
GROBOGAN – Pemerintah memastikan akan melakukan renovasi menyeluruh terhadap SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah kondisi sekolah tersebut menjadi perhatian publik. Perbaikan ditargetkan berlangsung selama tiga hingga empat bulan melalui mekanisme swakelola dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,3 miliar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah telah melakukan verifikasi lapangan dan menetapkan sekolah tersebut sebagai penerima bantuan rehabilitasi.

"Rencana pembangunan 3 sampai 4 bulan dengan sistem swakelola," ujar Mu'ti, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas, dua toilet, satu ruang administrasi, dan satu ruang perpustakaan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

"SDN Tanggirejo Kabupaten Grobogan sudah dikunjungi oleh tim. Berdasarkan verifikasi faktual, sekolah akan mendapat bantuan Rp 1,3 miliar. Minggu depan diundang Bimtek di Jakarta," katanya.

Mu'ti menjelaskan, sebelumnya SDN Tanggirejo belum masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi karena data yang tercatat pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tidak menunjukkan adanya kerusakan bangunan.

"Sekolah itu tidak masuk prioritas karena dalam dapodik dilaporkan tidak ada kerusakan," imbuhnya.

Perhatian terhadap kondisi SDN Tanggirejo meningkat setelah beredar foto yang memperlihatkan para siswa menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan bangunan kelas yang roboh. Kerusakan sejumlah ruang belajar membuat pihak sekolah melakukan penyesuaian penggunaan ruangan agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran.

Saat ini, siswa kelas satu dan dua menggunakan ruang kelas secara bergantian, sementara siswa kelas tiga dan empat belajar bersama dalam satu ruangan yang dipisahkan sekat. Adapun siswa kelas lima mengikuti pembelajaran di musala, siswa kelas enam menggunakan ruang kelas lain, dan ruang perpustakaan sementara dialihfungsikan menjadi ruang kerja guru.

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan bangunan yang mengalami kerusakan dibangun pada 2012. Kerusakan pertama terjadi pada Januari 2026 ketika atap salah satu ruang kelas ambruk, kemudian empat ruang lainnya dinyatakan tidak layak digunakan pada April 2026. Ia berharap proses rehabilitasi dapat segera diselesaikan.

"Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu," kata Juwariyah.

Pemerintah menargetkan proses renovasi SDN Tanggirejo dapat rampung pada tahun ini sehingga para siswa kembali memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara optimal di seluruh daerah.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait