Satu Suara Bangsa

Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Beroperasi 31 Agustus

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

21 Agu 2026, 16.56

Diperbarui: 21 Agu 2026, 16.56

Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Beroperasi 31 Agustus
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Beroperasi 31 Agustus
NGANJUK, 20 AGUSTUS 2026 — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah mencapai 95 persen dan terus dipercepat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 31 Agustus 2026. Penyelesaian difokuskan pada fasilitas fisik, sanitasi, utilitas, keselamatan, hingga kesiapan tenaga pengajar dan layanan kesehatan bagi siswa.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur melakukan pengecekan langsung ke lokasi pembangunan, Kamis (20/8/2026), bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro.

Bupati Marhaen mengatakan sisa pekerjaan harus segera dituntaskan agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal ketika siswa mulai mengikuti kegiatan sekolah.

“Sisa 5 persen ini harus dilakukan segera agar saat anak-anak masuk sekolah, kondisinya benar-benar sudah 100 persen siap,” kata Marhaen.

Sanitasi hingga Keselamatan Siswa Disiapkan

Percepatan pembangunan tidak hanya menyasar bangunan utama. Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga mempersiapkan utilitas kawasan, termasuk sistem sanitasi dan saluran pembuangan air.

Kebutuhan penanganan saluran sepanjang sekitar 200 meter telah dipetakan. Tempat penampungan sampah sementara juga tersedia dan akan dikelola melalui koordinasi pengelola sekolah dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk.

Aspek mitigasi bencana turut menjadi perhatian. Kawasan Sekolah Rakyat akan dilengkapi rambu kebencanaan, jalur evakuasi, dan titik kumpul untuk mendukung standar Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Marhaen turut mengapresiasi BPKP Jawa Timur yang mengawal pembangunan dari sisi administrasi dan keuangan. Manajemen konstruksi diminta terus menyajikan perkembangan aktual di lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pemkab Siapkan Tenaga Pengajar Sementara

Selain infrastruktur, Pemkab Nganjuk menyiapkan skema pemenuhan tenaga pengajar selama masa awal operasional.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan dukungan tenaga kependidikan dari Kementerian Sosial dijadwalkan tersedia pada Oktober 2026. Pemerintah daerah karena itu menyiapkan langkah sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sejak sekolah dibuka.

“Sambil menunggu dukungan tenaga kependidikan dari Kementerian Sosial yang dijadwalkan pada Oktober 2026, kami telah menyiapkan rencana tindak untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar selama masa awal operasional,” ujar Trihandy.

Layanan Kesehatan Siswa Terintegrasi

Pemkab Nganjuk juga mempersiapkan layanan kesehatan bagi siswa, terutama karena peserta didik nantinya tinggal di lingkungan asrama.

Pelayanan akan melibatkan puskesmas terdekat dan tiga klinik swasta, sementara RSUD Nganjuk dan RS Kertosono disiapkan sebagai fasilitas rujukan utama.

Di sisi administrasi, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai penataan status tanah untuk kepentingan sosial dan pendidikan.

Pemkab turut menyiapkan skenario alternatif apabila fasilitas sekolah belum sepenuhnya dapat digunakan saat kegiatan awal. Salah satunya dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di pendopo.

Dengan progres pembangunan mencapai 95 persen, pemerintah daerah menargetkan Sekolah Rakyat Nganjuk siap menyambut siswa pada 31 Agustus 2026 sebagai fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan didukung layanan pendidikan, kesehatan serta keselamatan yang memadai.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait