Satu Suara Bangsa

Panglima TNI: Pendampingan TNI Dukung Produksi 19,2 Juta Ton Beras pada Semester I 2026

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Jul 2026, 20.13

Diperbarui: 24 Jul 2026, 20.13

Panglima TNI: Pendampingan TNI Dukung Produksi 19,2 Juta Ton Beras pada Semester I 2026
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Panglima TNI: Pendampingan TNI Dukung Produksi 19,2 Juta Ton Beras pada Semester I 2026
MALANG – Keterlibatan TNI Angkatan Darat (AD) dalam pendampingan sektor pertanian terus menunjukkan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Hingga semester I tahun 2026, pendampingan yang dilakukan TNI disebut telah mendukung produksi 19,2 juta ton beras, atau sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun ini.

Laporan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya terintegrasi tebu, padi, dan kedelai di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Agus menjelaskan, sejak Januari hingga Juni 2026 luas panen padi nasional mencapai 6,26 juta hektare, dengan total produksi beras sebesar 19,2 juta ton.

"Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektar dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026," ujar Agus.

Memasuki Juli 2026, TNI AD kembali melanjutkan pendampingan panen padi di lahan seluas 479.659 hektare. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Menurut Panglima TNI, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, TNI, kementerian dan lembaga terkait, BUMN, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan.

"Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung sektor pertanian. Menurut Presiden, keterlibatan kedua institusi tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Sudah enggak usah terlalu apa lah ini, prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung," ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan negara lain sehingga pendekatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dalam konteks tersebut, TNI dan Polri dinilai memiliki peran untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat di samping menjalankan tugas pokoknya.

Menurut Presiden, keberadaan TNI dan Polri tidak hanya berfungsi menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap produksi pangan nasional dapat terus meningkat secara berkelanjutan, memperkuat kemandirian pangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai salah satu fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait