Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, PGEO Perkuat Ketahanan dan Kedaulatan Energi Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 18 Agu 2026, 17.19

Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW). Namun, pemanfaatannya saat ini masih kurang dari 12 persen, menunjukkan masih besarnya ruang pengembangan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
PGEO sendiri memiliki sekitar 3 GW potensi panas bumi yang tersebar di wilayah kerja panas bumi perseroan. Dari potensi tersebut, kapasitas terpasang yang dioperasikan secara mandiri telah mencapai 727 megawatt (MW).
Energi Lokal yang Beroperasi 24 Jam
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan kedaulatan energi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat mengandalkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
“Kedaulatan energi dimulai dari kemampuan kita mengandalkan kekuatan sendiri. Indonesia dianugerahi potensi panas bumi yang besar, dan tugas kita adalah mengubah anugerah tersebut menjadi manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, panas bumi memiliki karakteristik strategis karena dapat menghasilkan energi secara berkelanjutan selama 24 jam, tidak bergantung pada impor bahan bakar, serta relatif tidak terpengaruh perubahan cuaca.
“Panas bumi merupakan energi lokal yang dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada bahan bakar impor, serta tidak terpengaruh secara langsung oleh perubahan cuaca. Karena itu, panas bumi bukan hanya penting dalam transisi energi bersih, tetapi juga bagian dari perjalanan Indonesia menuju kedaulatan energi,” katanya.
Potensi 24 GW Masih Terbuka untuk Dikembangkan
Besarnya potensi panas bumi nasional menjadi modal untuk meningkatkan porsi energi domestik sekaligus mendukung agenda transisi menuju sumber energi yang lebih bersih.
Optimalisasi potensi tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis impor sekaligus menyediakan pasokan listrik yang stabil untuk menopang aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi penegasan komitmen PGEO untuk terus mengembangkan potensi panas bumi nasional. Dengan pemanfaatan sumber daya energi yang tersedia di dalam negeri, pengembangan panas bumi diharapkan menjadi salah satu fondasi menuju sistem energi Indonesia yang semakin bersih, tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

KRI Bung Hatta-370 Salurkan Bantuan untuk 1.913 Pengungsi Gempa di Manggarai
MANGGARAI, 17 AGUSTUS 2026 — TNI Angkatan Laut melalui KRI Bung Hatta-370 menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setel

Koops TNI Habema Resmikan Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai, Perkuat Akses dan Kesejahteraan Warga
INTAN JAYA, 17 AGUSTUS 2026 — Komando Operasi TNI Habema bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah setempat mendeklarasikan sekaligus meresmikan Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten I

TNI Kerahkan 1.201 Personel dan 29 Alutsista, Salurkan 122 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.201 personel dan 29 alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NT
