Mentan Tegaskan Keterlibatan TNI di Sektor Pertanian untuk Percepat Tanam dan Hadapi El Niño
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 14 Agu 2026, 15.47

Mentan Tegaskan Keterlibatan TNI di Sektor Pertanian untuk Percepat Tanam dan Hadapi El Niño
SURABAYA, 12 AGUSTUS 2026 — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keterlibatan prajurit TNI dalam pendampingan sektor pertanian merupakan bagian dari pengabdian untuk membantu pemerintah mempercepat pertanaman dan menjaga produksi pangan di tengah ancaman El Niño ekstrem. Prajurit yang membantu kegiatan pertanian di lapangan disebut tidak menerima honor tambahan di luar hak rutin sebagai anggota TNI, meskipun terlibat dalam pekerjaan seperti mengoperasikan traktor, mengolah lahan, memasang pompa, dan membantu petani hingga pada hari libur.
Amran mengatakan penjelasan tersebut perlu disampaikan karena keterlibatan TNI dalam sektor pertanian kerap menjadi pertanyaan masyarakat, mahasiswa, media, hingga anggota DPR. Menurut dia, dukungan prajurit diberikan untuk mempercepat pekerjaan di lapangan ketika sektor pertanian menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Ini selalu ditanyakan mahasiswa, wartawan, dan ditanyakan juga di Komisi IV. Inilah membantu siang malam. Jadi bukan tidak ada tambahan honor, membantu mendorong traktor, mengolah lahan, mengangkat pompa, itu tidak ada. Tidak ada, tidak diberikan gaji,” kata Amran dalam siaran resmi Kementerian Pertanian di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).
Prajurit Tidak Mendapat Honor Tambahan
Amran menjelaskan prajurit tetap memperoleh penghasilan sesuai ketentuan sebagai anggota TNI, tetapi tidak memperoleh tambahan honor khusus atas keterlibatan mereka dalam membantu kegiatan pertanian. Dukungan tersebut bahkan dilakukan pada Sabtu, Minggu, dan hari libur ketika pekerjaan di lapangan membutuhkan percepatan.
“Jadi gajinya ada, tapi gaji TNI-nya. Tapi untuk kerja Sabtu, Minggu, hari libur, siang malam, memasang pompa, itu tidak ada,” tegas Amran.
Menurut Kementerian Pertanian, keterlibatan TNI terutama diperlukan untuk mendukung mobilisasi alat dan mesin pertanian, membantu pompanisasi, mempercepat pengolahan lahan, serta mendukung kegiatan lain yang diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Kolaborasi tersebut diarahkan sebagai kekuatan pendukung bagi petani dan pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program pangan. TNI tidak mengambil alih pekerjaan petani maupun menggantikan fungsi tenaga penyuluh, tetapi membantu memperkuat pelaksanaan program ketika dibutuhkan di lapangan.
Kekurangan Sekitar 50 Ribu Penyuluh Pertanian
Amran mengatakan keterlibatan TNI juga tidak terlepas dari keterbatasan jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Saat ini pemerintah memiliki sekitar 37 ribu PPL, sedangkan kebutuhan untuk menjangkau wilayah pertanian di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 80 ribu orang.
“PPL kita 37 ribu, kita butuh 80 ribu lebih. Kita kurang sekitar 50 ribu,” ujar Amran.
Kesenjangan jumlah tenaga pendamping tersebut menjadi tantangan ketika pemerintah harus merespons kondisi iklim secara cepat. Dalam situasi El Niño ekstrem, percepatan pengolahan lahan, distribusi peralatan, pompanisasi, dan pendampingan pertanian perlu dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
“Nah, di saat kondisi El Niño ekstrem seperti sekarang, ke mana kita mau minta tolong dalam waktu sekejap? TNI,” kata Amran.
Keterlibatan TNI dinilai membantu pemerintah menjangkau wilayah pertanian dengan lebih cepat karena memiliki jaringan personel hingga tingkat teritorial. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan program pertanian tanpa mengubah fungsi utama masing-masing institusi.
Gotong Royong Jaga Produksi Pangan
Kementerian Pertanian menempatkan kerja sama dengan TNI sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam menjaga produksi pangan nasional. Dukungan personel diarahkan terutama pada kegiatan yang membutuhkan percepatan dan tenaga tambahan ketika petani menghadapi ancaman kekeringan maupun keterbatasan pendamping di lapangan.
Amran meminta masyarakat memahami keterlibatan prajurit dalam konteks gotong royong menghadapi tantangan sektor pangan. Menurutnya, menjaga produksi pertanian membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama ketika kondisi iklim berpotensi memengaruhi ketersediaan air dan proses pertanaman.
“Jadi tolong netizen, ini yang membantu kita menjaga pangan. Kita mengabdi, ini kan pengabdian,” ujar Amran.
Sinergi Diperkuat Hadapi Ancaman Kekeringan
Kolaborasi Kementerian Pertanian dan TNI diharapkan mempercepat respons terhadap dampak El Niño, khususnya melalui pompanisasi dan percepatan olah tanah. Langkah tersebut penting untuk menjaga aktivitas pertanaman tetap berjalan di daerah yang menghadapi keterbatasan air.
Pendampingan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian dan mengurangi risiko terganggunya produksi akibat kekeringan. Dengan dukungan petani, penyuluh, pemerintah daerah, serta TNI, pelaksanaan program dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemerintah akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap pertanian. Dukungan TNI ditempatkan sebagai kekuatan pendukung untuk membantu percepatan pekerjaan di lapangan, sementara petani dan penyuluh tetap menjadi unsur utama dalam kegiatan produksi pertanian guna menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Rumah Wito Tupar Rampung Direhabilitasi TMMD Hadirkan Hunian Lebih Layak di Desa Cukil
KABUPATEN SEMARANG, 10 AGUSTUS 2026 — Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Wito Tupar (75), warga RT 05/RW 02 Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, melalui program TNI Manunggal Memban

TMMD ke-129 Palembang Kebut Pembangunan Jalan 750 Meter untuk Perkuat Akses Warga
PALEMBANG, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus mempercepat pembangunan jalan sepanjang 750 meter di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, K

Satgas TMMD dan Warga Kesongo Bersihkan Sungai Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BOJONEGORO, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro bersama masyarakat Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bergotong ro
