Mentan Pastikan Stok Beras Aman Hingga 11 Bulan, Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dan diproyeksikan mencukupi hingga 11 bulan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026), seiring meningkatnya cadangan beras pemerintah di tengah antisipasi dampak fenomena El Nino.
Amran mengungkapkan, stok beras pemerintah saat ini mencapai 4,6 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton pada April 2026. Ia menilai capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Alhamdulillah stok kita 4,6 juta ton hari ini. Bulan April insyaallah bisa mencapai 5 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah. Dulu kalau bulan April hanya 1,5 juta ton, maksimal 2 juta ton. Berarti tiga kali lipat,” ujarnya.
Selain cadangan pemerintah, Amran menjelaskan total ketersediaan beras nasional juga didukung sektor swasta dan produksi dalam negeri. Stok di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) diperkirakan mencapai 12,5 juta ton, ditambah standing crop atau tanaman siap panen sebesar 11 juta ton.
“Kalau 28 juta ton itu cukup untuk sekitar 10,7 hingga 11 bulan ke depan,” kata Amran.
Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga enam bulan. Berdasarkan data historis, konsumsi beras nasional selama periode tersebut mencapai sekitar 2 juta ton per bulan.
“Artinya, insyaallah sampai bulan Mei kita masih cukup. Apalagi panen puncak terjadi di Maret dan masa kering diperkirakan hanya enam bulan,” jelasnya.
Fenomena El Nino dalam beberapa tahun terakhir kerap memengaruhi produksi pangan nasional akibat berkurangnya curah hujan. Pada periode sebelumnya, kondisi ini menyebabkan penurunan hasil panen di sejumlah wilayah dan berdampak pada stabilitas pasokan serta harga beras.
Dengan tingginya cadangan beras saat ini, pemerintah dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah potensi tekanan iklim. Kondisi ini juga memberikan kepastian bagi masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan menghindari gejolak harga.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat strategi ketahanan pangan melalui peningkatan produksi, optimalisasi lahan, serta pengelolaan cadangan beras nasional. Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga meski menghadapi tantangan perubahan iklim.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
