Mentan: Harga Ayam dan Telur Mulai Pulih, Program MBG Perkuat Serapan Hasil Peternak
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 10.32

Usai menerima audiensi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) di Jakarta, Senin (27/7/2026), Amran mengatakan kondisi harga kedua komoditas tersebut kini mulai membaik seiring berbagai langkah yang dilakukan pemerintah.
"Telur (ayam) sudah aman, (daging) ayam sudah aman, harganya sudah naik," kata Amran.
Menurutnya, pemulihan harga merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang difokuskan pada keseimbangan antara produksi, harga, dan penyerapan hasil peternak. Salah satu langkah utama dilakukan melalui sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berperan sebagai penyerap hasil produksi petani dan peternak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi kini (program) MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian, 167 juta petani, peternak, pekebun. Jadi MBG adalah off-takernya komunitas pertanian," ujar Amran.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menggelar pertemuan dengan peternak ayam petelur pada Juni 2026 untuk membahas solusi atas penurunan harga ayam dan telur di tingkat peternak. Dari pertemuan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah langkah strategis, antara lain memperkuat pengawasan harga acuan pembelian di tingkat peternak bersama Satgas Pangan Polri, menyalurkan jagung melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan biaya pakan, serta meningkatkan frekuensi penyerapan telur oleh BGN dalam Program MBG dari satu kali menjadi tiga kali setiap pekan.
Selanjutnya, melalui forum rembuk peternak yang difasilitasi Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Juli 2026, disepakati harga acuan live bird sebesar Rp19.500 per kilogram dan harga telur ayam ras sebesar Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak yang mulai berlaku sejak 15 Juli 2026.
Kementerian Pertanian juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi kebijakan stabilisasi harga berjalan secara efektif, mulai dari pengawasan harga di tingkat peternak, ketersediaan pakan, hingga penguatan penyerapan hasil produksi melalui Program MBG.
Sementara itu, Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmako, menyambut positif membaiknya kondisi harga ayam dan telur setelah sebelumnya peternak menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi.
"Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Amran. Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak," kata Singgih.
Ia berharap Badan Gizi Nasional dapat terus berperan sebagai off-taker hasil produksi peternak sehingga keseimbangan pasokan dan harga di pasar tetap terjaga.
"BGN kami harapkan menjadi off-taker. Dari dulu memang itu yang kami diskusikan. Walaupun penyerapannya sekitar 15 sampai 20 persen produksi, itu sangat membantu peternak," ujarnya.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal kebijakan stabilisasi sektor perunggasan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Dengan dukungan penyerapan hasil produksi melalui Program Makan Bergizi Gratis, stabilitas harga di tingkat peternak diharapkan tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak

Akademisi Apresiasi Program Kampung Nelayan Merah Putih, Dinilai Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
JAKARTA – Program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan modernisasi armada perikanan menda
