Satu Suara Bangsa

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Ikuti Sekolah Rakyat pada 2027

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

9 Agu 2026, 19.475 dibaca

Diperbarui: 9 Agu 2026, 20.19

Screenshot 2026-08-09 at 19.46.19
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Screenshot 2026-08-09 at 19.46.19
TANGERANG, 9 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan sedikitnya 150.000 anak dapat mengikuti Program Sekolah Rakyat pada 2027 seiring pembangunan fasilitas pendidikan baru di berbagai kabupaten dan kota. Saat ini, sebanyak 165 Sekolah Rakyat telah beroperasi dan menampung sekitar 43.000 siswa, terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan.

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat akan dilakukan secara bertahap setelah pembangunan gedung permanen dan fasilitas pendukung selesai. Setiap unit Sekolah Rakyat diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 2.000 peserta didik.

"Tahun depan sesuai arahan Bapak Presiden kalau gedungnya jadi udah lebih dari 150.000 siswa Sekolah Rakyat dan akan nambah lebih banyak lagi setiap tahunnya," ujar Gus Ipul saat peresmian Sekolah Rakyat Rintisan di kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

Program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang putus sekolah maupun belum memperoleh pendidikan yang layak. Melalui sistem pendidikan berasrama, pemerintah tidak hanya menyediakan kegiatan belajar, tetapi juga tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan penunjang pendidikan.

Jangkau Anak Putus Sekolah

Gus Ipul mengatakan salah satu tantangan pelaksanaan Sekolah Rakyat adalah menemukan dan menjangkau calon peserta didik yang menjadi sasaran program. Pendamping sosial harus melakukan penelusuran langsung terhadap anak-anak yang tidak lagi berada dalam sistem pendidikan formal maupun masih menjalani kehidupan di jalan.

"Para pendamping-pendamping kami harus memerlukan waktu 24 jam ya mencari tempat mereka sedang berada di mana itu," kata Gus Ipul.

Menurutnya, upaya menjangkau anak-anak tersebut mendapat perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap pemerintah daerah turut mendukung pendataan dan penjangkauan sehingga anak dari keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan kembali mengikuti pendidikan.

"Nah, ini lah hal yang mendapat atensi secara khusus dari Bapak Presiden, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di setiap daerah nanti," ujarnya.

Pemerintah Siapkan 100 Bangunan Baru

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah menyiapkan 100 bangunan baru Sekolah Rakyat sepanjang 2026. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbesar kapasitas sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih memadai bagi peserta didik.

"Tahun ini ada 100 bangunan baru yang lebih besar, lebih layak, dan lebih memadai," kata Teddy.

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menekan angka putus sekolah dengan menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh pendidikan layak. Pemerintah ingin memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan mereka.

"Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah," ujarnya.

Pemerintah akan melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen sekaligus memperbanyak Sekolah Rakyat Rintisan untuk memperluas jangkauan program. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, jumlah peserta ditargetkan melampaui 150.000 siswa pada 2027 dan terus bertambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga prasejahtera.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

BGN Percepat Aktivasi 1.700 Dapur MBG di Wilayah 3T
SOSBUD9 Agu 2026 · 20.02Oleh Budi Antoni

BGN Percepat Aktivasi 1.700 Dapur MBG di Wilayah 3T

JAKARTA, 9 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pembangunan dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari penguatan Pr

Baca selengkapnya