Menkeu: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga di tengah terjaganya daya beli masyarakat dan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan saat wawancara dengan tvOne pada Kamis (14/5/2026). Pemerintah menilai kinerja konsumsi masyarakat menjadi faktor utama yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.
“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” ujar Purbaya.
Berdasarkan data pemerintah, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 2,94 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, investasi menyumbang 1,79 persen dan belanja pemerintah berkontribusi sebesar 1,26 persen.
Menurut Purbaya, struktur pertumbuhan ekonomi harus dilihat berdasarkan kontribusi masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), bukan hanya dari laju pertumbuhan sektoral semata.
“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Pemerintah juga menilai percepatan realisasi belanja negara pada awal tahun menjadi salah satu strategi untuk menjaga perputaran ekonomi domestik tetap stabil. Pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi di akhir tahun kini diarahkan agar terealisasi lebih awal.
Menurut Purbaya, percepatan belanja negara diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha sepanjang tahun berjalan.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar internasional.
Berbagai program prioritas nasional juga mulai dipercepat pelaksanaannya sejak awal tahun, termasuk realisasi belanja kementerian dan lembaga, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, serta program penguatan konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I 2026 tercatat lebih tinggi dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah berharap momentum tersebut dapat terus terjaga hingga akhir tahun melalui penguatan konsumsi domestik, investasi, dan stabilitas pasar keuangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
