Mendag: Harga Bahan Pokok Kembali Stabil Seiring Berlanjutnya Program Makan Bergizi Gratis
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 5 Sep 2026, 03.54

Budi menjelaskan bahwa selama pelaksanaan MBG sempat dihentikan sementara mengikuti libur sekolah, beberapa komoditas mengalami penurunan harga akibat berkurangnya permintaan. Namun, setelah program kembali berjalan, penyerapan hasil produksi meningkat sehingga harga mulai bergerak menuju tingkat yang lebih seimbang.
"Kemarin harga itu memang sempat turun, namun sekarang penyerapan lebih bagus karena salah satunya MBG sudah berjalan kembali," ujar Budi di Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
Salah satu contoh yang disampaikan adalah komoditas telur ayam. Menurutnya, harga telur yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp26.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp28.000 per kilogram, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp30.000 per kilogram.
"Sekarang kan telur harganya sudah sekitar Rp28.000, jadi sudah bagus, harga tidak terlalu rendah," katanya.
Budi menilai harga yang terlalu rendah berpotensi menurunkan minat produsen untuk berproduksi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi pasokan di masa mendatang dan memicu lonjakan harga apabila terjadi kelangkaan.
Menurutnya, Program MBG turut berperan dalam menciptakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Dengan adanya kepastian penyerapan hasil produksi, petani dan peternak memiliki dorongan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kapasitas produksinya.
Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya Program MBG, fluktuasi harga komoditas pangan cenderung lebih tinggi karena belum terdapat kepastian permintaan dalam jumlah besar. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menciptakan pasar yang lebih stabil sehingga pelaku usaha di sektor pangan dapat merencanakan produksi dengan lebih baik.
Selain memberikan manfaat bagi peternak, peningkatan permintaan bahan pangan juga dinilai berdampak positif terhadap sektor pertanian, distribusi, dan berbagai kegiatan ekonomi yang terkait dalam rantai pasok pangan nasional.
"Tidak hanya peternakan, tetapi juga pertanian dan sebagainya, keterlibatan ini tentu sangat baik," ujar Budi.
Pemerintah berharap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik, tetapi juga memperkuat stabilitas harga pangan, menjaga kesinambungan produksi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha di sektor pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
