Mama Sinta Klarifikasi Sikap Terkait PSN Papua Selatan dan Film Pesta Babi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

MERAUKE — Tokoh perempuan adat Marind sekaligus pejuang lingkungan asal Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, menyatakan kecewa terhadap pihak-pihak yang menurutnya telah menyeret dirinya dalam gerakan penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Papua Selatan hingga namanya dikaitkan dengan film Pesta Babi.
Dalam pernyataannya, Mama Sinta mengaku kini tidak lagi bergabung dengan kelompok pendamping hukum yang sebelumnya mendampinginya dalam aksi penolakan proyek.
“Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya ingin direhab karena sudah tidak layak lagi,” ujar Mama Sinta dalam siaran pers yang diterima, Minggu (24/5/2026).
Ia juga berharap anak-anaknya dapat memperoleh pekerjaan agar mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Mama Sinta mengaku awalnya dirinya bersama sejumlah masyarakat adat Marind diajak untuk menyuarakan penolakan terhadap pembukaan lahan oleh pemerintah di Papua Selatan. Namun, ia mengaku tidak menyangka pernyataannya kemudian viral di media sosial hingga dibuatkan film berjudul Pesta Babi tanpa persetujuannya.
“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” katanya.
Mama Sinta juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas berbagai pernyataannya yang selama ini dianggap menyerang pembangunan proyek strategis nasional di Papua.
“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka,” ujarnya.
Ia mengaku selama mengikuti berbagai kegiatan bersama kelompok pendamping, dirinya sempat beberapa kali bepergian ke Jayapura, Makassar, hingga Jakarta, namun merasa tidak mendapatkan manfaat nyata bagi kehidupannya.
“Yang saya dapat cuma capeknya saja. Mereka fasilitasi, jadi kalau mereka fasilitas terus uang duduknya cuma Rp2 juta, Rp1,5 juta itu saja yang kami dapat,” ungkapnya.
Kini, Mama Sinta menyatakan mendukung pembangunan PSN di Papua Selatan dan berharap pemerintah bersama perusahaan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Harapan kami cuma ke pemerintah, lewat pemerintah kerja sama dengan perusahaan dengan masyarakat, maka itu kami mau dukung,” tuturnya.
Sementara itu, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau Juple, membantah adanya perubahan sikap Mama Sinta terhadap proyek PSN.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum pernah mendengar langsung pernyataan Mama Sinta yang menyatakan mendukung proyek tersebut.
“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi. Karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” kata Juple, Sabtu (23/5/2026).
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
