KSAD Pimpin Upacara Pelepasan Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta, 5 April 2026 – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dalam Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Upacara digelar di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026), dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan keluarga almarhum.
Jenderal Maruli memastikan seluruh hak ketiga prajurit yang gugur akan dipenuhi oleh negara, dan keluarga yang ditinggalkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI. “Negara akan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026). Ia menambahkan, “Justru semangat, dedikasi, dan keberanian para prajurit yang gugur harus menjadi teladan bagi seluruh prajurit di manapun berada dan bertugas.”
Ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Jenazah tiba di Jakarta pada Sabtu pukul 17.00 WIB dengan penerbangan dari Turki. Prosesi diawali penyerahan jenazah dari kesatuan kepada negara, diterima langsung oleh KSAD, dan kemudian disemayamkan sebelum diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer. Mayor Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung; Serka Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dharmoloyo II, Magelang; dan Kopda Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni, Kulonprogo.
Upacara pelepasan ini menegaskan penghormatan TNI terhadap pengorbanan prajurit dalam misi perdamaian internasional, yang selalu mengandung risiko tinggi. Maruli menekankan bahwa meski berisiko, kontribusi TNI dalam misi UNIFIL tetap menjadi prioritas. “Gugurnya ketiga prajurit menjadi pengingat bahwa setiap penugasan prajurit selalu mengandung risiko dan pengorbanan yang tulus demi bangsa dan kemanusiaan,” kata Maruli.
UNIFIL sendiri merupakan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dibentuk sejak 1978 untuk memantau gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Keikutsertaan TNI dalam misi ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap stabilitas kawasan dan penguatan diplomasi perdamaian internasional.
Dampak dari kejadian ini turut menekankan perlunya evaluasi prosedur keamanan pasukan perdamaian, serta perhatian lebih terhadap keselamatan personel saat bertugas di daerah konflik. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan TNI telah menegaskan akan meminta investigasi menyeluruh kepada UNIFIL untuk memastikan perlindungan maksimal bagi pasukan.
Ke depan, TNI berencana meningkatkan koordinasi dengan PBB dan pihak terkait untuk memperkuat protokol keselamatan, pelatihan, dan perlengkapan bagi pasukan perdamaian, sekaligus memastikan pengorbanan prajurit tetap dihargai dan menjadi teladan bagi generasi TNI berikutnya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
