Satu Suara Bangsa

Kopdes Merah Putih Diperkuat untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 01.13

Diperbarui: 10 Agu 2026, 01.13

Kopdes Merah Putih Diperkuat untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Kopdes Merah Putih Diperkuat untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua
JAYAPURA, 9 AGUSTUS 2026 — Pemerintah terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas akses layanan ekonomi, dan meningkatkan kemandirian masyarakat. Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi, koperasi diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang menghubungkan distribusi program pemerintah dengan pengembangan usaha berbasis potensi lokal masyarakat Papua.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Koperasi Desa Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai tempat masyarakat melakukan transaksi ekonomi. Koperasi juga dipersiapkan menjadi simpul distribusi berbagai kebutuhan dan program pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan.

"Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan," kata Zulkifli Hasan.

Koperasi Jadi Simpul Ekonomi Desa

Melalui skema tersebut, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memiliki peran dalam penyaluran bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, bantuan tunai, hingga LPG 3 kilogram. Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional agar distribusi kebutuhan masyarakat dan pemasaran hasil produksi lokal dapat berjalan lebih efektif.

Keberadaan koperasi sebagai pusat layanan ekonomi diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi, terutama di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan konektivitas antardaerah. Pada saat yang sama, koperasi dapat menjadi penghubung antara hasil produksi masyarakat dengan pasar sehingga potensi pertanian, perikanan, dan usaha lokal memiliki ruang pengembangan yang lebih luas.

Penguatan tersebut juga diarahkan untuk membuat masyarakat semakin aktif sebagai pelaku ekonomi. Dengan koperasi yang dikelola secara profesional, hasil produksi masyarakat dapat dihimpun, dikelola, dan dipasarkan secara bersama sehingga aktivitas ekonomi yang berkembang di desa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pengurus Koperasi Diperkuat melalui Inkubasi

Pengembangan Koperasi Merah Putih di Papua turut dilakukan melalui program inkubasi yang dijalankan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi bersama Universitas Ottow Geissler Papua. Pendampingan tersebut membekali pengurus dengan kemampuan tata kelola, penyusunan rencana bisnis, pengembangan usaha, hingga kesiapan memperoleh akses pembiayaan.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman mengatakan penguatan kapasitas dilakukan agar koperasi memiliki fondasi kelembagaan dan usaha yang sehat serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi," ujar Deva Rachman.

Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga mengatakan sebanyak 15 koperasi yang mengikuti pendampingan diharapkan dapat berkembang menjadi contoh bagi koperasi lainnya di Papua.

"Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan," kata Moses Yomunga.

Potensi Lokal Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi

Penguatan tata kelola dan akses pembiayaan menjadi bagian penting agar koperasi tidak hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi mampu menjalankan kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Dengan pendekatan tersebut, komoditas pertanian, perikanan, dan berbagai produk masyarakat dapat dikembangkan menjadi sumber kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Koperasi juga diharapkan mampu membuka kesempatan usaha dan memperluas perputaran ekonomi di tingkat desa. Semakin banyak kegiatan produksi, distribusi, dan pemasaran yang dikelola di daerah, semakin besar pula peluang nilai ekonomi dari sumber daya lokal dapat dinikmati masyarakat Papua.

Pemerintah bersama LPDB Koperasi, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan penguatan kelembagaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Papua. Langkah tersebut diharapkan menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi desa yang mandiri sekaligus memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait