Kodaeral XII dan Masyarakat Tanam 10.000 Mangrove di Kubu Raya, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Ekosistem Maritim
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

KUBU RAYA, 18 Juni 2026 — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup di kawasan Wisata Mangrove Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (18/6).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem maritim yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di wilayah pantai.
Pada tahap awal, dilakukan penanaman dan pemeliharaan sebanyak 10.000 bibit mangrove. Program ini merupakan bagian dari target pengembangan kawasan mangrove yang mencapai 50.000 bibit pada area seluas sekitar 10 hektare di Desa Sungai Kupah.
Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir, seperti abrasi pantai, intrusi air laut, serta penurunan kualitas habitat pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Selain berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai, ekosistem mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Kawasan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya yang mendukung keberlanjutan sektor perikanan masyarakat pesisir.
Partisipasi Kodaeral XII dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Upaya menjaga kawasan pesisir dinilai memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan maritim nasional karena wilayah pantai dan laut merupakan bagian penting dari ruang hidup masyarakat sekaligus aset strategis bangsa.
Kegiatan penanaman mangrove juga melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Indonesia diketahui memiliki kawasan mangrove terluas di dunia yang berfungsi sebagai benteng alami terhadap dampak perubahan iklim sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
Desa Sungai Kupah sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi ekowisata mangrove sekaligus menjadi wilayah penting dalam konservasi lingkungan pesisir di Kabupaten Kubu Raya. Pengembangan kawasan mangrove di daerah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor wisata berbasis lingkungan.
Melalui penanaman puluhan ribu mangrove secara bertahap, kawasan pesisir Sungai Kupah diharapkan semakin terlindungi dari ancaman abrasi serta mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.
Upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Karena itu, sinergi antara pemerintah, TNI, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
