Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Hadapi Kekeringan, Perkuat Produksi Pangan Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 11.50

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program pompanisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air, khususnya di wilayah sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air seperti sungai, embung, waduk, maupun saluran irigasi.
"Program pompanisasi menjadi strategi pemerintah untuk memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air sehingga swasembada pangan dapat terus dijaga," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut Amran, pompanisasi merupakan solusi cepat untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Karena itu, pemerintah terus mempercepat penyaluran pompa air ke berbagai daerah agar petani tetap dapat melakukan kegiatan tanam selama musim kemarau.
"Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," tegasnya.
Selain penyediaan pompa air, Kementan juga mengintegrasikan program tersebut dengan modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemampuan petani dalam menghadapi perubahan iklim.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 11 ribu unit pompa air telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Sementara itu, sekitar 20 ribu unit lainnya sedang dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah, khususnya wilayah yang mengalami kekeringan namun masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan.
"Di sisi lain, modernisasi pertanian melalui dukungan alsintan juga terus kami dorong agar produktivitas tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai," ujar Andi.
Selain pompa air, pemerintah juga terus menyalurkan berbagai alsintan seperti traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, combine harvester, serta peralatan mekanisasi pertanian lainnya. Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat masa tanam, dan mengurangi kehilangan hasil panen.
Kementan juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengidentifikasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan sehingga lebih banyak lahan sawah tetap produktif selama musim kemarau. Petani yang membutuhkan bantuan pompa air maupun alsintan dapat mengajukan usulan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, yang selanjutnya akan diverifikasi berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi wilayah.
Program bantuan ini ditujukan kepada Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), Brigade Pangan, serta kelembagaan ekonomi petani lainnya yang telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan pemerintah.
Kementerian Pertanian berharap program pompanisasi dan modernisasi pertanian dapat menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman kekeringan, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Satgas TMMD Kodim 0708/Purworejo Pererat Kemanunggalan dengan Warga Lewat Belajar Peternakan Kambing
PURWOREJO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan pertukaran pengetahua

Satgas TMMD Kodim 0608/Cianjur Percepat Pembangunan Infrastruktur di Desa Mekarmukti
CIANJUR – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0608/Cianjur terus mempercepat penyelesaian berbagai sasaran fisik di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Sej

Program RTLH TMMD Kodim 0708/Purworejo Hampir Rampung, Warga Segera Tempati Rumah Layak Huni
PURWOREJO – Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo terus menunjukkan progres positif. Salah satu penerima man
