Satu Suara Bangsa

Kementan Gandeng ITS Kembangkan Benih Jagung Unggul, Dukung Peningkatan Produksi Pangan Nasional

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Jul 2026, 16.33

Diperbarui: 26 Jul 2026, 16.33

Screenshot 2026-07-26 at 16.32.57
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Screenshot 2026-07-26 at 16.32.57
SIDOARJO – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pembelian benih jagung hibrida varietas MTE-09 hasil pengembangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senilai Rp10 miliar. Benih tersebut akan ditanam di lahan seluas 13.000 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas jagung nasional berbasis inovasi dalam negeri.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Kampus ITS Buncitan di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026). Selain pengadaan benih, Kementerian Pertanian juga memesan sejumlah alat mekanisasi pertanian hasil inovasi ITS untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.

Amran menjelaskan, varietas jagung hibrida MTE-09 dipilih karena memiliki potensi produktivitas hingga 10 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produksi jagung nasional yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mencapai 5,94 ton per hektare.

"Hari ini kami transaksi langsung beli. Bibit ini akan kami bagikan secara gratis kepada petani. ITS kami minta mengawal hingga produktivitas rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Kalau itu tercapai, produksi jagung nasional meningkat tanpa harus menambah luas lahan," kata Amran.

Benih tersebut akan didistribusikan kepada petani di wilayah sekitar ITS agar proses budidaya hingga panen dapat didampingi langsung oleh tim peneliti. Pendampingan tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan dan penerapan benih secara lebih luas.

Selain benih jagung, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan inovasi mekanisasi pertanian karya ITS, meliputi Traktor Perahu bertenaga listrik yang dapat digunakan di lahan sawah maupun lahan kering, ROPATAMA atau transplanter padi listrik empat baris, serta MOCITS (Motor Climber ITS) yang dirancang untuk membantu petani memanjat pohon kelapa dengan lebih aman dan efisien.

Menurut Amran, penerapan teknologi dan inovasi menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan hasil pertanian tanpa harus membuka lahan baru. Pendekatan serupa juga diterapkan pada komoditas padi melalui pengembangan benih unggul dan penyempurnaan metode budidaya.

"Kita harus memulai. Yang perlu disempurnakan nanti kita sempurnakan bersama. Semua negara maju juga berproses seperti itu," ujarnya.

Amran menambahkan, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah melalui konsep triple helix agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, melainkan dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

"Ini adalah perintah Bapak Presiden, prioritaskan hasil-hasil atau produk-produk dari kampus," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap hilirisasi inovasi, Kementerian Pertanian juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pengadaan benih padi hasil riset IPB, Rp40 miliar untuk benih kedelai hasil pengembangan UGM, serta mendukung pengembangan ayam unggul dan teknologi drone bersama Universitas Hasanuddin.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menyatakan kesiapan ITS untuk mendukung program pemerintah melalui pengembangan inovasi pertanian yang dapat diterapkan secara luas.

"Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui inovasi mekanisasi pertanian. Jika hasil uji berjalan baik, kami akan menggandeng industri agar teknologi ini dapat diproduksi secara massal," ujar Bambang.

Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan ITS menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional untuk sektor pertanian. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, inovasi dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat modernisasi sektor pangan, serta mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait