Kementan Gandeng ITS Kembangkan Benih Jagung Unggul, Dukung Peningkatan Produksi Pangan Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 4 Agu 2026, 16.22

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Kampus ITS Buncitan di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026). Selain pengadaan benih, Kementerian Pertanian juga memesan sejumlah alat mekanisasi pertanian hasil inovasi ITS untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Amran menjelaskan, varietas jagung hibrida MTE-09 dipilih karena memiliki potensi produktivitas hingga 10 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produksi jagung nasional yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mencapai 5,94 ton per hektare.
"Hari ini kami transaksi langsung beli. Bibit ini akan kami bagikan secara gratis kepada petani. ITS kami minta mengawal hingga produktivitas rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Kalau itu tercapai, produksi jagung nasional meningkat tanpa harus menambah luas lahan," kata Amran.
Benih tersebut akan didistribusikan kepada petani di wilayah sekitar ITS agar proses budidaya hingga panen dapat didampingi langsung oleh tim peneliti. Pendampingan tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan dan penerapan benih secara lebih luas.
Selain benih jagung, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan inovasi mekanisasi pertanian karya ITS, meliputi Traktor Perahu bertenaga listrik yang dapat digunakan di lahan sawah maupun lahan kering, ROPATAMA atau transplanter padi listrik empat baris, serta MOCITS (Motor Climber ITS) yang dirancang untuk membantu petani memanjat pohon kelapa dengan lebih aman dan efisien.
Menurut Amran, penerapan teknologi dan inovasi menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan hasil pertanian tanpa harus membuka lahan baru. Pendekatan serupa juga diterapkan pada komoditas padi melalui pengembangan benih unggul dan penyempurnaan metode budidaya.
"Kita harus memulai. Yang perlu disempurnakan nanti kita sempurnakan bersama. Semua negara maju juga berproses seperti itu," ujarnya.
Amran menambahkan, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah melalui konsep triple helix agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, melainkan dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
"Ini adalah perintah Bapak Presiden, prioritaskan hasil-hasil atau produk-produk dari kampus," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap hilirisasi inovasi, Kementerian Pertanian juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pengadaan benih padi hasil riset IPB, Rp40 miliar untuk benih kedelai hasil pengembangan UGM, serta mendukung pengembangan ayam unggul dan teknologi drone bersama Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menyatakan kesiapan ITS untuk mendukung program pemerintah melalui pengembangan inovasi pertanian yang dapat diterapkan secara luas.
"Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui inovasi mekanisasi pertanian. Jika hasil uji berjalan baik, kami akan menggandeng industri agar teknologi ini dapat diproduksi secara massal," ujar Bambang.
Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan ITS menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional untuk sektor pertanian. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, inovasi dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat modernisasi sektor pangan, serta mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
