Satu Suara Bangsa

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

29 Jul 2026, 11.152 dibaca

Diperbarui: 29 Jul 2026, 12.03

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 sekaligus upaya mendekatkan layanan penyaluran bansos kepada masyarakat di tingkat desa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan uji coba tersebut akan dilakukan bersamaan dengan proses penyaluran bansos triwulan III Tahun 2026. Menurutnya, mekanisme penyaluran tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dengan melibatkan agen perbankan di setiap gerai KDMP.

"Ini kita akan coba jajaki. Karena sekarang sudah mulai proses penyaluran triwulan 3, nanti akan kita lihat dan simulasikan. Kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik KDMP yang sudah siap beroperasi. Dan yang akan melayani nantinya adalah agen-agen dari perbankan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Selama ini, penyaluran bantuan sosial dilakukan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun PT Pos Indonesia. Melalui skema baru tersebut, pemerintah akan menghadirkan layanan pencairan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui keberadaan agen bank di Koperasi Desa Merah Putih.

Gus Ipul menegaskan bahwa uji coba ini tidak mengubah mekanisme penyaluran yang telah diatur dalam regulasi. Data penerima manfaat tetap dikelola oleh pihak perbankan, sedangkan KDMP berfungsi sebagai lokasi layanan yang memudahkan masyarakat mengakses bantuan.

Adapun bantuan yang akan disalurkan melalui skema tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Bantuan Sembako.

Di sisi lain, PT Pos Indonesia tetap akan menjalankan peran penting dalam penyaluran bansos, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta penerima manfaat dengan kondisi khusus seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas berat yang membutuhkan layanan pengantaran langsung ke rumah.

"KDMP itu kan posisinya di desa, sehingga penerima manfaat tidak perlu jauh-jauh dan bisa lebih mudah mengakses," jelas Gus Ipul.

"Jadi, ada dua pilihannya. Pertama, pihak perbankan akan membuka agen di KDMP-KDMP. Yang kedua, kalau regulasinya sudah ada perubahan, bisa jadi penyalurannya lewat langsung ke KDMP. Tapi, untuk sekarang regulasinya memang melalui Himbara," lanjutnya.

Selain skema penyaluran bansos, Kemensos juga menyiapkan empat strategi yang diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Strategi tersebut meliputi mendorong keluarga penerima manfaat menjadi anggota koperasi, memasarkan produk usaha penerima manfaat melalui KDMP, menyalurkan bansos secara bertahap melalui KDMP, serta menjadikan koperasi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Gus Ipul, integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi KDMP sebagai pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Pemerintah saat ini juga tengah mempercepat penyusunan payung hukum operasional Koperasi Desa Merah Putih agar koperasi dapat berperan sebagai pusat layanan desa yang terintegrasi. Ke depan, berbagai layanan pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan sosial, distribusi pupuk dan sembako, hingga layanan kesehatan, diharapkan dapat terpusat melalui KDMP sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif, mudah dijangkau, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait