Kemensos dan Komunitas Sekolah Rakyat Gelar Doa Bersama Korban Bencana NTT
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 23 Agu 2026, 12.33

JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama jajaran pengurus dan relawan Sekolah Rakyat menggelar doa bersama dan penggalangan bantuan solidaritas untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud empati sosial sekaligus komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak di wilayah Flores dan sekitarnya.
Kemensos terus mendistribusikan bantuan logistik darurat, tenda ramah anak, serta santunan bagi keluarga korban.
Solidaritas Kemanusiaan dan Pemulihan Sosial
Wamensos Agus Jabo menyatakan gotong royong seluruh elemen bangsa sangat diperlukan untuk membantu masyarakat NTT bangkit kembali.
Relawan Sekolah Rakyat turut diterjunkan membantu penanganan logistik dan pendampingan anak-anak di pos pengungsian.
Rehabilitasi Fasilitas Dasar
Pemerintah menyiapkan rencana rehabilitasi sosial pascabencana, termasuk pemulihan sarana pendidikan darurat bagi anak-anak pengungsi.
Kemensos menjamin seluruh hak dasar penyintas bencana terpenuhi hingga situasi daerah kembali normal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemkot Jayapura Matangkan Perencanaan Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu
JAYAPURA, 23 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mematangkan perencanaan teknis dan penetapan lokasi pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat terpadu guna memperluas akses pendidikan berkualitas bagi a

Pemprov NTB Siapkan Rekonstruksi 129 Rumah Desa Adat Sade Pascakebakaran
MATARAM, 23 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan langkah tanggap darurat sekaligus skema rekonstruksi menyeluruh terhadap 129 rumah warga di Desa Adat Sade, Kabupaten

Pemprov Maluku Kembangkan Sekolah Rakyat di 14 Titik Perluas Akses Belajar
AMBON, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Provinsi Maluku mengembangkan program Sekolah Rakyat di 14 titik strategis yang tersebar di 11 kabupaten dan kota guna memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak
