Kemenkop Lanjutkan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Pelatihan Tahap Berikutnya Segera Dibuka
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 25 Jul 2026, 18.16

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop, Destry Anna Sari, mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengumumkan sekitar 62 ribu calon manajer. Setelah pelatihan bagi sekitar 30 ribu peserta pada tahap pertama selesai, pemerintah akan melanjutkan pelatihan bagi peserta pada tahap berikutnya.
"Kemarin kan diumumkan 62 ribu (peserta). Setelah 30 ribu ini selesai, nanti akan ada batch selanjutnya untuk pendidikannya," ujar Destry di Makassar, Jumat (24/7/2026).
Sebelum membuka pelatihan lanjutan, Kemenkop akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan pelatihan tahap pertama untuk memastikan efektivitas materi dan kesiapan para peserta.
"Kami evaluasi dulu hasil pelatihan tahap pertama, kemudian akan ada lanjutan," katanya.
Saat ini, pelatihan manajer Kopdes Merah Putih diselenggarakan melalui 451 kelas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Seluruh peserta mendapatkan materi dan kurikulum yang seragam sebagai bekal dalam mengelola koperasi secara profesional.
"Hari ini dengan 189 peserta, ini adalah salah satu kelas dari 451 kelas seluruh Indonesia yang akan diberikan materi yang sama, kurikulum sama," ujar Destry.
Menurutnya, para calon manajer dipersiapkan untuk mampu mengembangkan usaha koperasi dengan mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi ekonomi di desa masing-masing.
"Mereka nanti akan menjadi manajer koperasi yang bertugas menggerakkan usaha koperasi dengan mengenali potensi di wilayahnya masing-masing," jelasnya.
Pemerintah menargetkan hingga akhir Juli 2026 telah tersedia 30 ribu bangunan Kopdes Merah Putih dan 5 ribu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Penempatan para manajer nantinya akan disesuaikan dengan kesiapan operasional bangunan koperasi di setiap daerah.
Destry menjelaskan bahwa peserta akan diprioritaskan ditempatkan di wilayah yang dekat dengan domisilinya. Namun, apabila dalam satu desa terdapat lebih dari satu calon manajer, pemerintah akan melakukan penyesuaian penempatan ke desa lain yang masih berada dalam kabupaten atau provinsi yang sama agar kebutuhan pengelolaan koperasi dapat terpenuhi secara merata.
"Yang domisilinya di lokasi bangunan akan diutamakan. Tetapi kalau di satu desa ada dua orang calon manajer, tidak mungkin ditempatkan di desa yang sama. Karena itu akan dilakukan penyesuaian penempatan di desa lain yang masih satu kabupaten atau provinsi," pungkasnya.
Melalui rekrutmen dan pelatihan berkelanjutan ini, Kementerian Koperasi berupaya menyiapkan manajer yang memiliki kompetensi dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih secara profesional. Kehadiran sumber daya manusia yang terlatih diharapkan dapat memperkuat tata kelola koperasi, mengembangkan potensi ekonomi desa, serta mendukung keberhasilan Program Kopdes Merah Putih sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TNI AL Ungkap Modus Baru Penyelundupan Timah, Perkuat Pengawasan Jalur Darat dan Laut
JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengungkap adanya perubahan pola penyelundupan timah ilegal menyusul semakin ketatnya pengawasan di jalur laut. Para pelaku kini memanfaatkan jalur darat dengan mengirim tim

BNPB Dukung Pembangunan 106 Sumur Bor di NTB, Perkuat Mitigasi Kekeringan
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan pembangunan 106 sumur bor kepada pemerintah pusat sebagai langkah memperkuat penanganan bencana kekeringan di berbagai wilayah. Usulan tersebu

BGN Siapkan Skema Penyelesaian Tunggakan Mitra Dapur MBG, Pastikan Tidak Ada Pihak Dirugikan
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T
