Kemenkes Pastikan Indonesia Siaga Hadapi Ancaman Ebola
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 26 Jul 2026, 21.33

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman penyebaran virus Ebola setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo pada 17 Mei 2026.
Status PHEIC tersebut menempatkan Ebola sebagai ancaman kesehatan global yang memerlukan kewaspadaan internasional, serupa dengan status yang pernah diterapkan WHO terhadap COVID-19 pada awal pandemi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan penguatan sistem kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya virus Ebola ke Indonesia.
“Tapi kita sudah melakukan mitigasi. Kemampuan kita melakukan diagnosis sudah mumpuni. Kita sudah bisa melakukan diagnosis,” ujar Dante di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah juga telah memperketat sistem karantina dan skrining terhadap pelaku perjalanan internasional yang berpotensi membawa virus tersebut.
“Tapi kita tetap melakukan karantina dan skrining terhadap kemungkinan kalau virus Ebola masuk ke Indonesia,” katanya.
Menurut Dante, langkah antisipasi dilakukan segera setelah WHO menetapkan status darurat global Ebola. Kemenkes langsung menginstruksikan penguatan kewaspadaan kepada seluruh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di Indonesia.
“Pada hari itu juga Pak Andi Saguni langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh Kepala BKK se-Indonesia dan mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan virus Ebola,” jelasnya.
Kemenkes menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks terkait Ebola yang beredar di media sosial.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa Ebola merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
“Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen,” ujar Aji.
Ia menyebut saat ini terdapat tiga jenis strain Ebola yang sering memicu wabah, yakni Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD) yang kini berkembang di Kongo.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan, menjaga etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit guna mengurangi risiko penyebaran penyakit menular.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
