Kemenhut Gagalkan Penyelundupan 202 Reptil ke Dubai, WNA Rusia Jadi Tersangka
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum (Gakkum) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 202 ekor reptil yang hendak dikirim ke Dubai melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dalam kasus ini, aparat menetapkan satu warga negara asing asal Rusia berinisial OS sebagai tersangka, yang kini telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menyatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat perlindungan satwa liar. “Penegakan hukum menjadi instrumen penting untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai perdagangan ilegal yang semakin kompleks,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, ratusan reptil yang diamankan terdiri atas satu ekor sanca bodo, 89 ular ball python, 104 iguana hidup, serta delapan iguana dalam kondisi mati. Seluruh satwa tersebut diketahui tidak dilengkapi dokumen resmi, sehingga melanggar ketentuan konservasi dan peredaran satwa liar.
Dwi menegaskan bahwa modus operandi yang digunakan dalam kasus ini mengindikasikan adanya jaringan perdagangan satwa liar lintas negara yang terorganisir. “Praktik perdagangan ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan manusia,” katanya.
Tersangka OS dijerat dengan tindak pidana konservasi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun serta denda sesuai kategori tertinggi yang berlaku. Proses hukum saat ini telah memasuki tahap pelimpahan ke kejaksaan oleh Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jabalnusra.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan perdagangan satwa liar yang masih marak terjadi di Indonesia. Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, Indonesia kerap menjadi target jaringan internasional untuk penyelundupan satwa eksotis ke pasar global.
Selain penegakan hukum, pemerintah terus memperkuat upaya konservasi melalui perlindungan habitat, pengawasan distribusi satwa, serta kerja sama lintas sektor dan internasional. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan populasi satwa sekaligus melindungi ekosistem.
Pengungkapan kasus ini juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung upaya konservasi, termasuk dengan tidak membeli satwa liar ilegal serta melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat.
Ke depan, Kementerian Kehutanan memastikan akan terus meningkatkan pengawasan di pintu-pintu keluar masuk negara serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya guna menekan praktik perdagangan satwa liar secara ilegal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
