Satu Suara Bangsa

Kebakaran Bromo Meluas hingga 120 Hektare Helikopter Water Bombing Disiapkan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

7 Agu 2026, 21.37

Diperbarui: 7 Agu 2026, 21.37

Kebakaran Bromo Meluas hingga 120 Hektare Helikopter Water Bombing Disiapkan
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Kebakaran Bromo Meluas hingga 120 Hektare Helikopter Water Bombing Disiapkan
MALANG, 7 AGUSTUS 2026 — Kebakaran di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah berdampak terhadap sekitar 120 hektare kawasan hingga Jumat (7/8/2026). Balai Besar TNBTS menyiapkan operasi pemadaman menggunakan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang berada di lereng curam dan sulit ditangani melalui jalur darat.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan helikopter yang akan digunakan dalam operasi pemadaman telah berada di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.

"Masih ada beberapa titik api yang belum padam. Heli water bombing sudah persiapan di Bandara Malang," kata Rudijanta, Jumat pagi.

Operasi pemadaman melalui udara dipersiapkan untuk menjangkau sejumlah titik api yang berada di kawasan dengan medan sulit. Upaya tersebut melengkapi penanganan melalui jalur darat yang telah dilakukan selama kebakaran berlangsung.

Kebakaran Memasuki Hari Kelima

Kebakaran kawasan Kaldera Bromo telah berlangsung selama lima hari. Hingga Jumat, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 120 hektare.

"Sudah ada 120-an hektare area yang terdampak," ujar Rudijanta.

Menurut Balai Besar TNBTS, kondisi sejumlah titik api pada Jumat pagi relatif mengecil dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, masih terdapat titik yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Vegetasi berupa cemara gunung, semak belukar, hingga akasia di sejumlah lereng curam masih terbakar. Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena beberapa lokasi sulit dijangkau petugas dari darat.

Water Bombing Jangkau Titik Sulit

Penggunaan helikopter water bombing diharapkan mempercepat proses pemadaman, terutama pada titik api yang berada di kawasan tebing dan lereng curam.

Penanganan dari udara juga diperlukan untuk mencegah api kembali membesar dan menjalar ke vegetasi di kawasan lainnya.

Petugas tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan kondisi kawasan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Balai Besar TNBTS akan melanjutkan upaya pemadaman hingga seluruh titik api dapat dikendalikan. Penanganan difokuskan pada lokasi yang masih terbakar sekaligus mencegah perluasan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait