Satu Suara Bangsa

Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare TNI AL dan BNPB Kerahkan Helikopter Pemadam

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 10.46

Diperbarui: 10 Agu 2026, 10.46

Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare TNI AL dan BNPB Kerahkan Helikopter Pemadam
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare TNI AL dan BNPB Kerahkan Helikopter Pemadam
Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare TNI AL dan BNPB Kerahkan Helikopter Pemadam

MALANG, 9 AGUSTUS 2026 — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, belum sepenuhnya padam setelah berlangsung selama enam hari sejak Senin (3/8/2026). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (8/8/2026) malam mencatat luas kawasan terdampak telah mencapai 176,20 hektare. Operasi pemadaman kini diperkuat melalui pengerahan dua helikopter, termasuk satu unit dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal), untuk menjangkau titik api di kawasan dengan medan terjal.

Kebakaran berlangsung di dua wilayah, yakni Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang. Tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran menjalar ke kawasan lainnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan karakteristik medan di kawasan Kaldera Bromo menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Kondisi ini menyebabkan operasi udara menjadi salah satu upaya penting untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses secara optimal melalui jalur darat,” ujar Abdul Muhari.

Dua Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman

Operasi udara diperkuat dengan pengerahan dua helikopter yang masing-masing berasal dari Puspenerbal TNI AL dan BNPB. Kedua helikopter memiliki kapasitas angkut air sekitar 1.000 liter untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, disiapkan sebagai posko operasi udara. Dari lokasi tersebut, helikopter dapat bergerak menuju titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat.

Sementara itu, pemadaman darat tetap dilaksanakan menggunakan kendaraan pemadam, sprayer, serta metode manual dengan gepyok. Kombinasi operasi darat dan udara diperlukan karena kebakaran berada di kawasan dengan kontur lereng curam yang membatasi mobilitas personel.

Luas kawasan terdampak berdasarkan pendataan sementara telah mencapai 176,20 hektare. Angka tersebut masih berpotensi berubah karena proses pendataan terhadap keseluruhan area yang terbakar belum selesai dilakukan.

TNI AL Perkuat Operasi Udara

Keterlibatan helikopter Puspenerbal TNI AL menjadi bagian dari dukungan TNI dalam memperkuat penanganan kebakaran di kawasan Bromo. Kapasitas penerbangan digunakan untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit dicapai melalui operasi darat sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.

Dukungan udara menjadi penting karena sejumlah titik api berada di lereng Kaldera Bromo yang terjal. Kondisi tersebut membuat personel darat tidak selalu dapat mendekati lokasi kebakaran secara aman dan optimal.

Operasi pemadaman juga dilakukan untuk mencegah api menjalar lebih luas. Semakin cepat titik api dapat dikendalikan, semakin kecil risiko kerusakan tambahan terhadap vegetasi dan ekosistem di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kawasan Wisata Ditutup Sementara

Kebakaran turut berdampak terhadap aktivitas pariwisata Gunung Bromo. Sejak 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB, sebagian kawasan wisata ditutup sementara sebagai bagian dari langkah pengamanan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Penutupan mencakup akses menuju kawasan Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Lumajang. Hingga laporan terakhir, belum ditentukan kapan akses tersebut akan kembali dibuka karena penanganan masih difokuskan pada pengendalian seluruh titik api.

Meski kebakaran telah berdampak terhadap ratusan hektare kawasan, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa. Petugas terus memantau perkembangan kebakaran sekaligus melakukan pendataan terhadap luas wilayah terdampak.

Pemadaman Dilanjutkan Hingga Api Terkendali

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, pengelola kawasan, dan seluruh unsur terkait akan terus melanjutkan operasi pemadaman secara terpadu. Prioritas penanganan diarahkan pada titik api yang masih aktif serta kawasan yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran.

“BNPB bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terpadu, baik melalui operasi darat maupun udara, untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya,” kata Abdul Muhari.

Operasi darat dan udara akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pengerahan helikopter diharapkan mempercepat pengendalian kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau sehingga penyebaran api dapat ditekan, kawasan terdampak dapat diamankan, dan aktivitas masyarakat maupun pariwisata di sekitar Gunung Bromo dapat kembali berlangsung setelah kondisi dinyatakan aman.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait