Satu Suara Bangsa

Jembatan Modular 30 Meter di Gunungsitoli Mulai Dicor Buka Akses Aman bagi Pelajar dan Warga

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

7 Agu 2026, 20.07

Diperbarui: 7 Agu 2026, 20.07

Jembatan Modular 30 Meter di Gunungsitoli Mulai Dicor Buka Akses Aman bagi Pelajar dan Warga
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Jembatan Modular 30 Meter di Gunungsitoli Mulai Dicor Buka Akses Aman bagi Pelajar dan Warga
GUNUNGSITOLI, 7 AGUSTUS 2026 — Pembangunan jembatan modular sepanjang 30 meter melalui program Bakti TNI untuk Rakyat di Dusun I, Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, terus menunjukkan perkembangan. Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut kini memasuki tahap pengecoran abutmen dengan progres pekerjaan mencapai 12,2 persen.

Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Desa Lolomoyo Tuhemberua dengan Desa Lolowonu Niko'otano melalui jalur strategis antardesa. Infrastruktur itu diharapkan menyediakan akses penyeberangan yang lebih aman, terutama bagi pelajar, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Pengerjaan pengecoran abutmen dilakukan personel gabungan bersama masyarakat pada Rabu (5/8/2026). Sejumlah alat berat dan peralatan konstruksi turut dikerahkan untuk mendukung pekerjaan agar berjalan sesuai target.

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan

Pembangunan melibatkan personel Yon TP 903/Baluseda, Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, serta Babinsa Koramil 01/Gunungsitoli Kodim 0213/Nias bersama masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.

"Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat," ujar Kolonel Inf Sandy.

Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mendukung akses pendidikan, mobilitas masyarakat, dan aktivitas perekonomian antardesa.

"Melalui program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, TNI ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di daerah," katanya.

Pelajar Diharapkan Tak Lagi Kesulitan Menyeberang

Keberadaan jembatan modular menjadi penting karena masyarakat selama ini menghadapi keterbatasan akses saat menyeberangi sungai. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap perjalanan pelajar menuju sekolah.

Setelah selesai, jembatan sepanjang 30 meter itu diharapkan menciptakan jalur antardesa yang lebih aman sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh akses pendidikan dan pelayanan publik.

Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memperlancar pengangkutan hasil produksi dan aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Lolomoyo Tuhemberua dan Desa Lolowonu Niko'otano.

Pengerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap setelah pengecoran abutmen. Melalui kolaborasi TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan warga Gunungsitoli Barat.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Perempuan Desa Watuduwur Turut Gotong Royong Bangun Jalan TMMD ke-129
SOSBUD7 Agu 2026 · 20.06Oleh Budi Antoni

Perempuan Desa Watuduwur Turut Gotong Royong Bangun Jalan TMMD ke-129

PURWOREJO, 7 AGUSTUS 2026 — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, melibatkan berbagai lapisan masyarakat. T

Baca selengkapnya