Satu Suara Bangsa

Integrasi Koperasi Desa Merah Putih dan MBG Perkuat Ekonomi Desa serta Ketahanan Pangan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

3 Agu 2026, 12.59

Diperbarui: 3 Agu 2026, 12.59

Integrasi Koperasi Desa Merah Putih dan MBG Perkuat Ekonomi Desa serta Ketahanan Pangan
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Integrasi Koperasi Desa Merah Putih dan MBG Perkuat Ekonomi Desa serta Ketahanan Pangan
Blora – Sinergi antara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan kepastian pasar bagi hasil budi daya masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Skema tersebut diterapkan melalui penyerapan hasil produksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga menciptakan ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dari proses produksi hingga pemasaran. Model tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Pemerintah Bangun Ekosistem Ekonomi Desa

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan integrasi antara koperasi, masyarakat, dan SPPG membentuk sistem ekonomi desa yang saling terhubung sehingga memberikan kepastian pasar bagi para pembudidaya sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi untuk Program MBG.

"Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG," kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya, masyarakat berperan sebagai pelaku produksi, koperasi mengelola kegiatan usaha, sementara SPPG menyerap hasil budi daya secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi.

KDMP Kamolan Pasok Lele untuk MBG

Model integrasi tersebut telah diterapkan di KDMP Kamolan yang memasok lele bersih kepada empat SPPG dengan harga Rp25.000 per kilogram. Setiap SPPG rata-rata menyerap sekitar 250 kilogram lele dalam setiap pengambilan sehingga memberikan kepastian permintaan bagi para pembudidaya.

Zulkifli Hasan menjelaskan pola penyerapan tersebut memungkinkan masyarakat merencanakan jumlah produksi maupun jadwal panen sesuai kebutuhan SPPG sehingga usaha budi daya dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

Produksi Terus Ditingkatkan

Unit budi daya bioflok KDMP Kamolan mulai beroperasi sejak Februari 2026. Pada siklus pertama, unit usaha tersebut menghasilkan sekitar 1,04 ton lele, sedangkan pada siklus kedua telah dilakukan panen parsial sekitar 605 kilogram.

Saat ini, 22 dari 24 kolam bioflok telah terisi dengan sekitar 92.000 benih lele. Penebaran dilakukan secara bertahap agar waktu panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasokan bagi empat SPPG yang menjadi mitra koperasi.

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Zulkifli Hasan menilai keterhubungan antara produksi masyarakat, pengelolaan koperasi, dan penyerapan hasil oleh SPPG mampu menggerakkan aktivitas ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Pemerintah juga menargetkan produksi ikan budi daya nasional pada tahun 2026 mencapai 7,15 juta ton melalui pengembangan Program Budi Daya Tematik Bioflok yang diarahkan untuk meningkatkan produksi ikan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memasok kebutuhan protein Program MBG.

Dampak bagi Masyarakat

Integrasi KDMP dengan Program MBG diharapkan memberikan kepastian pasar bagi para pembudidaya, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal, serta menjamin ketersediaan bahan pangan bergizi bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Skema tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa.

Tindak Lanjut Pemerintah

Pemerintah akan terus memperluas model integrasi antara Koperasi Desa Merah Putih, pelaku usaha budi daya, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah. Pengembangan Program Budi Daya Tematik Bioflok juga akan diperkuat untuk meningkatkan produksi perikanan nasional sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait