Satu Suara Bangsa

Indonesia dan Thailand Perkuat Kemitraan Strategis Targetkan Perdagangan US$20 Miliar pada 2030

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

4 Agu 2026, 20.11

Diperbarui: 4 Agu 2026, 20.11

Indonesia dan Thailand Perkuat Kemitraan Strategis Targetkan Perdagangan US$20 Miliar pada 2030
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Indonesia dan Thailand Perkuat Kemitraan Strategis Targetkan Perdagangan US$20 Miliar pada 2030
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati penguatan kemitraan strategis Indonesia–Thailand melalui pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan dua nota kesepahaman (MoU), adopsi Roadmap of Strategic Partnership 2026–2030, serta sejumlah kesepakatan di bidang politik, keamanan, ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, energi, hingga kerja sama regional. Kedua negara juga menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi US$20 miliar pada tahun 2030.

Dua MoU dan Roadmap Kemitraan Strategis Disepakati

Presiden Prabowo mengatakan kunjungan Perdana Menteri Thailand ke Indonesia merupakan kunjungan resmi pertama setelah 15 tahun. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati penguatan hubungan bilateral melalui adopsi Roadmap of Strategic Partnership Indonesia–Thailand 2026–2030.

"Pertemuan hari ini juga menghasilkan sejumlah capaian konkret yaitu: Adopsi roadmap kemitraan strategis Indonesia dan Thailand 2026-2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan. Kedua, MOU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara," kata Presiden Prabowo.

Selain roadmap kemitraan strategis, kedua negara menandatangani MoU di bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Kerajaan Thailand Prasert Jantararuangtong. Di sektor swasta, juga disepakati kerja sama antara Tourism Authority of Thailand dengan TransNusa di bidang pariwisata serta Bio-Accel dengan ProConsilium untuk proyek pengolahan sampah organik.

Perkuat Kerja Sama Politik dan Keamanan

Dalam bidang politik dan keamanan, Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama untuk menangani berbagai bentuk kejahatan transnasional, termasuk penipuan daring (online scam), pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas bantuan pemulangan sekitar 1.000 warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban penipuan daring di luar negeri.

"Sekali lagi, yang mulia atas nama bangsa dan rakyat Indonesia saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya," ujar Presiden Prabowo.

Kedua negara juga mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) guna mempercepat proses perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan transnasional secara aman dan bermartabat.

Target Perdagangan US$20 Miliar

Di sektor ekonomi, kedua negara optimistis implementasi Roadmap of Strategic Partnership akan mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga US$20 miliar pada tahun 2030.

"Kami optimis target perdagangan sebesar US$20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Presiden Prabowo.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia dan Thailand sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan pelaku usaha, serta mengoptimalkan penyelenggaraan Joint Trade Commission guna membuka peluang bisnis dan mengatasi hambatan perdagangan.

Kedua negara juga akan memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, serta penguatan rantai pasok.

Kolaborasi Energi dan Ekonomi Digital

Indonesia dan Thailand juga menyepakati penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum sebagai wadah memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, kedua negara berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi digital, pemanfaatan transaksi mata uang lokal (local currency transaction), pengembangan rantai nilai industri halal regional dan global, serta pembukaan rute penerbangan baru Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket guna memperkuat konektivitas dan sektor pariwisata.

Bahas Isu Regional dan Global

Pada tingkat kawasan, Indonesia dan Thailand menegaskan komitmen mendukung implementasi Five Point Consensus ASEAN untuk penyelesaian konflik di Myanmar melalui dialog inklusif, penghentian kekerasan, serta peningkatan akses kemanusiaan.

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomatik serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Dampak bagi Masyarakat

Penguatan kemitraan strategis Indonesia–Thailand diharapkan mampu meningkatkan perdagangan, investasi, konektivitas, serta kerja sama pendidikan, ketahanan pangan, energi, dan keamanan. Kesepakatan tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, memperluas pasar bagi pelaku usaha, meningkatkan perlindungan warga negara, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama regional ASEAN.

Tindak Lanjut Pemerintah

Pemerintah Indonesia dan Thailand akan mengimplementasikan Roadmap of Strategic Partnership 2026–2030 sebagai pedoman kerja sama bilateral, menindaklanjuti seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani, serta memperkuat koordinasi melalui berbagai forum bilateral di bidang ekonomi, keamanan, pendidikan, energi, dan hubungan antarmasyarakat guna mencapai target perdagangan US$20 miliar pada tahun 2030.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait