Ibas Dorong Peternakan Desa Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Program MBG
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 02.59

PACITAN, 8 Mei 2026 — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mendorong pengembangan peternakan ayam petelur di desa-desa Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut disampaikan saat meninjau bantuan program peternakan ayam petelur di Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, Selasa (5/5/2026).
Menurut Ibas, pengembangan usaha peternakan di tingkat desa tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi fondasi terbentuknya ekosistem pangan desa yang mandiri dan berkelanjutan. Ia menilai desa memiliki potensi besar apabila mendapat akses pembiayaan, pendampingan, dan dukungan usaha yang tepat.
“Program ini bukan sekadar bantuan ekonomi biasa. Ini adalah upaya membangun pondasi ketahanan pangan desa yang kuat dan berkelanjutan,” kata Ibas dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, peternakan ayam petelur di Desa Wonogondo yang saat ini memelihara sekitar 500 hingga 600 ekor ayam mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur per hari. Produksi tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menopang pelaksanaan program MBG bagi anak-anak sekolah.
“Hasil produksi telur ini bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis, khususnya untuk pemenuhan protein anak-anak sekolah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menyoroti perubahan kondisi Desa Wonogondo yang sebelumnya dikenal mengalami kesulitan air bersih. Menurut dia, perbaikan infrastruktur dan dukungan pemerintah membuat desa kini memiliki surplus air yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor produktif seperti peternakan dan pertanian.
“Dulu masyarakat di Wonogondo sangat kesulitan air bersih. Alhamdulillah sekarang desa ini mulai surplus air dan itu menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha produktif masyarakat,” katanya.
Selain peternakan ayam petelur, Ibas turut mendorong pengembangan sektor pangan terpadu lain seperti pertanian, perikanan, dan hortikultura guna memperkuat ketahanan pangan desa. Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola program yang transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai pengelolaannya hanya sekadar memenuhi laporan tetapi tidak menyesuaikan kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Program penguatan ekonomi desa melalui sektor pangan saat ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Pemerintah juga terus memperluas implementasi Program MBG yang menyasar pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Dari sisi dampak ekonomi, pengembangan peternakan desa dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perputaran ekonomi lokal. Sementara dari sisi sosial, ketersediaan sumber protein seperti telur dinilai penting dalam mendukung perbaikan gizi anak-anak dan menekan risiko stunting.
Ke depan, Ibas berharap model peternakan produktif seperti di Desa Wonogondo dapat direplikasi di wilayah lain di Pacitan maupun daerah lain di Indonesia melalui dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan kelompok usaha, dan kolaborasi pemerintah pusat serta daerah dalam membangun kemandirian pangan desa.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
