Satu Suara Bangsa

Electrifying Agriculture Dorong Pertanian Modern dan Efisien di Lima Puluh Kota

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 10.54

Diperbarui: 10 Agu 2026, 10.54

Electrifying Agriculture Dorong Pertanian Modern dan Efisien di Lima Puluh Kota
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Electrifying Agriculture Dorong Pertanian Modern dan Efisien di Lima Puluh Kota
LIMA PULUH KOTA, 4 AGUSTUS 2026 — PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh bersama ULP Lima Puluh Kota dan ULP Payakumbuh memperkuat transformasi sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture dengan mendorong penggunaan pompa air dan mesin penggilingan padi atau huller berbasis listrik. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, PLN menyosialisasikan pemanfaatan teknologi tersebut kepada penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani sebagai upaya meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan pertanian.

Sosialisasi diikuti Bupati Lima Puluh Kota Safni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota Witra Porsepwandi, penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, serta jajaran PLN UP3 Payakumbuh, ULP Lima Puluh Kota, dan ULP Payakumbuh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi sektor kelistrikan dan pertanian untuk memperluas penggunaan energi listrik pada kegiatan produktif masyarakat.

Manager PLN UP3 Payakumbuh Yessi Indra mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu fokus program Electrifying Agriculture karena memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“PLN terus menghadirkan inovasi agar tenaga listrik dapat memberikan nilai tambah bagi sektor produktif. Program Electrifying Agriculture merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus menjadi pendorong kegiatan ekonomi,” ujar Yessi.

Pompa dan Huller Listrik Tingkatkan Efisiensi

Dalam sosialisasi tersebut, PLN memperkenalkan pemanfaatan pompa listrik untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian serta huller listrik untuk membantu proses pascapanen. Penggunaan peralatan berbasis listrik dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Teknologi tersebut juga menawarkan kemudahan pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Bagi petani, peningkatan efisiensi pada proses pengairan hingga pengolahan hasil panen dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas kegiatan usaha tani.

Antusiasme kelompok tani terlihat dalam pembahasan mengenai peluang konversi pompa berbahan bakar minyak menjadi pompa listrik. Penggunaan huller listrik juga menjadi perhatian karena dinilai lebih praktis untuk menunjang pengolahan hasil pertanian.

“Kami berharap semakin banyak petani yang beralih menggunakan pompa listrik dan huller listrik sehingga produktivitas meningkat, biaya operasional menurun, dan kesejahteraan petani semakin baik,” kata Yessi.

Elektrifikasi Perkuat Sektor Produktif

Program Electrifying Agriculture diarahkan untuk memperluas pemanfaatan tenaga listrik pada berbagai tahapan kegiatan pertanian. Listrik tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi sumber energi bagi kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan penyediaan listrik yang andal menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang semakin modern dan efisien.

“Electrifying Agriculture menjadi salah satu bentuk transformasi layanan PLN yang menghadirkan energi listrik sebagai pengungkit produktivitas, efisiensi biaya, serta daya saing petani,” ujar Ririn.

Pemanfaatan peralatan listrik dalam kegiatan pertanian juga dapat mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar fosil pada pompa maupun mesin pertanian. Dengan dukungan jaringan dan pasokan listrik yang memadai, penggunaan teknologi tersebut dapat diperluas sesuai kebutuhan kelompok tani.

Sinergi Pemerintah Daerah dan PLN

Kolaborasi PLN dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi bagian penting dalam memperkenalkan teknologi berbasis listrik kepada petani. Keterlibatan penyuluh pertanian memungkinkan informasi mengenai pemanfaatan pompa dan huller listrik diteruskan kepada kelompok tani di berbagai wilayah.

“Sinergi bersama pemerintah daerah dan para pelaku pertanian menjadi fondasi penting dalam mempercepat terwujudnya pertanian modern yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Ririn.

Penyuluh dan kelompok tani juga memiliki peran dalam mengidentifikasi kebutuhan teknologi di lapangan. Dengan demikian, penerapan elektrifikasi dapat disesuaikan dengan karakteristik kegiatan pertanian dan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Electrifying Agriculture Dukung Ketahanan Pangan

Pengembangan Electrifying Agriculture di Kabupaten Lima Puluh Kota diharapkan semakin memperluas penggunaan teknologi berbasis listrik dalam sektor pertanian. Pemanfaatan pompa listrik dapat menunjang pengairan lahan, sementara huller listrik dapat membantu meningkatkan efisiensi pada tahap pengolahan hasil panen.

Peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing petani sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Dalam skala lebih luas, modernisasi peralatan pertanian juga dapat mendukung upaya meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan.

PLN bersama Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan terus mendorong pemanfaatan energi listrik pada sektor produktif. Melalui perluasan Electrifying Agriculture, tenaga listrik diharapkan semakin memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi masyarakat serta mendukung terwujudnya sektor pertanian yang modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait