Dukungan Masyarakat Menguat, Program MBG Dinilai Bantu Gizi Anak dan Ringankan Beban Keluarga
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA, Sejumlah masyarakat yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026), menyatakan dukungannya agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. Mereka menilai program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi anak-anak serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Salah satu peserta aksi, Iin (42), berharap pemerintah tetap melanjutkan program MBG meskipun terdapat sejumlah pihak yang mengkritik pelaksanaannya. Menurutnya, berbagai kekurangan yang masih ditemukan seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
“Saya berharap agar tetap berjalan. Kalau ada yang salah ya diperbaiki. Toh ini kan baru setahun,” ujarnya.
Iin yang merupakan ibu rumah tangga asal Jakarta Timur mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut melalui anak-anak yang menjadi penerima manfaat. Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi di sekolah membantu meningkatkan semangat belajar sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua.
“Yang saya lihat manfaatnya langsung ke anak. Kalau anak makan bergizi, dia lebih semangat belajar dan saya juga tidak terlalu khawatir soal bekalnya setiap hari,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ratna (44), yang mengaku kehadiran MBG membuat pengeluaran harian keluarganya menjadi lebih ringan. Ia kini dapat mengurangi uang jajan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar karena kebutuhan makan siang telah tersedia melalui program tersebut.
“Sebelumnya saya kasih Rp15 ribu sehari, sekarang cukup Rp10 ribu karena sudah ada makan di sekolah,” ungkapnya.
Ratna menilai penghematan tersebut cukup membantu, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi. Selain itu, program MBG juga memberikan kepastian bahwa anak-anak memperoleh asupan makanan yang lebih terjamin selama berada di lingkungan sekolah.
Sementara itu, peserta aksi lainnya, Aisyah Prameswari, menyoroti manfaat MBG dari sisi pemerataan akses gizi bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk menyediakan makanan bergizi setiap hari.
“Tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama untuk menyediakan makanan bergizi setiap hari. Program ini membantu anak-anak mendapatkan gizi yang cukup,” katanya.
Dukungan masyarakat terhadap MBG muncul seiring langkah pemerintah yang terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola program. Pemerintah menegaskan bahwa berbagai masukan dan kritik akan dijadikan bahan perbaikan agar manfaat program semakin tepat sasaran dan berkualitas.
Bagi banyak keluarga, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dipandang sebagai bantuan makanan semata, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan kesiapan generasi muda Indonesia dalam menghadapi masa depan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
