DPR Dorong Evaluasi Misi TNI di Lebanon, Opsi Penarikan dari UNIFIL Menguat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 02.57

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyusul gugurnya tiga prajurit Indonesia akibat serangan di Lebanon. Evaluasi tersebut mencakup kemungkinan penarikan pasukan dari wilayah konflik guna menjamin keselamatan personel.
“Intinya, penugasan ini harus dievaluasi secara serius menyusul gugurnya tiga prajurit kita. Salah satunya kemungkinan penarikan seluruh prajurit TNI dari misi UNIFIL,” ujar Oleh Soleh dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai rangkaian serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena masih terdapat prajurit yang mengalami luka-luka. Menurutnya, aspek keamanan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pengiriman pasukan ke wilayah konflik. “Ke depan, pemerintah harus benar-benar memperhitungkan aspek keamanan dan keselamatan prajurit sebelum memutuskan keterlibatan dalam misi perdamaian di wilayah konflik aktif,” katanya.
Desakan evaluasi ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon yang berdampak langsung pada pasukan UNIFIL, termasuk kontingen Indonesia. Dalam beberapa insiden pada akhir Maret 2026, tiga prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya mengalami luka akibat serangan yang masih dalam proses investigasi.
Sejalan dengan itu, Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono turut meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan penjelasan atas insiden beruntun tersebut. “PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab, harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka ‘peacekeeper’ dari Indonesia itu terjadi,” ujarnya.
SBY juga mendukung langkah pemerintah yang mendesak investigasi menyeluruh dilakukan secara transparan dan adil. Ia menekankan bahwa meskipun investigasi di wilayah konflik tidak mudah, hasilnya tetap harus dapat dipertanggungjawabkan. “Secara pribadi saya mendukung langkah pemerintah yang mendesak PBB untuk melakukan investigasi secara serius, jujur dan adil,” katanya.
Secara historis, Indonesia merupakan salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB melalui pengiriman Pasukan Garuda ke berbagai negara konflik, termasuk Lebanon. Misi UNIFIL sendiri bertujuan menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel, namun situasi keamanan yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko bagi personel di lapangan.
Dari sisi dampak, wacana penarikan pasukan berpotensi memengaruhi peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian global serta komitmen terhadap misi internasional. Di sisi lain, langkah tersebut juga mencerminkan perhatian terhadap keselamatan prajurit di tengah meningkatnya ancaman keamanan.
Ke depan, pemerintah bersama DPR dan TNI diperkirakan akan melakukan kajian komprehensif terkait kelanjutan penugasan di Lebanon, termasuk menunggu hasil investigasi PBB. Keputusan akhir akan mempertimbangkan keseimbangan antara kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia dan jaminan keselamatan personel di lapangan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
