Satu Suara Bangsa

Dinkes Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Pneumonia Selama Musim Kemarau

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

4 Agu 2026, 17.051 dibaca

Diperbarui: 4 Agu 2026, 17.05

Dinkes Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Pneumonia Selama Musim Kemarau
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Dinkes Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Pneumonia Selama Musim Kemarau
Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan selama musim kemarau setelah mencatat lonjakan kasus pneumonia pada pekan ke-28 tahun 2026. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus pneumonia mencapai 55 kasus, meningkat 48,6 persen dibandingkan empat pekan sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi udara yang lebih kering dan suhu panas yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit pernapasan maupun pencernaan.

Kasus Pneumonia Meningkat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan peningkatan kasus menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak musim kemarau.

"Paparan udara kering dan suhu panas dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila masyarakat tidak menerapkan langkah pencegahan," kata Muhtadi.

Selain peningkatan kasus pneumonia, Dinkes juga mencatat 191 kasus suspek demam tifoid atau meningkat sekitar 12,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebanyak 2.335 kasus dan relatif stabil, kasus diare akut sebanyak 319 kasus, serta influenza-like illness (ILI) sebanyak empat kasus.

Udara Kering Tingkatkan Risiko Penyakit

Muhtadi menjelaskan suhu rata-rata di Bandar Lampung saat ini berkisar 25,9 hingga 26,4 derajat Celsius dengan durasi penyinaran matahari sekitar 4,2 jam per hari. Meski kondisi cuaca masih tergolong aman, udara yang lebih kering dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko pneumonia maupun penyakit pernapasan lainnya.

"Suhu panas juga mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan air sehingga berpotensi memicu penyakit pencernaan seperti diare akut maupun demam tifoid," ujarnya.

Dinkes Imbau Terapkan Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Warga juga disarankan mengenakan pakaian yang nyaman, menghindari aktivitas fisik berat terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, serta menjaga kebersihan makanan dan air minum dengan memastikan makanan dimasak hingga matang dan menggunakan air yang layak konsumsi.

"Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dianjurkan untuk mengurangi paparan debu yang meningkat selama musim kemarau," tutur Muhtadi.

Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintah terus mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit selama musim kemarau. Upaya tersebut mencakup menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan atau penyakit lainnya.

Dampak bagi Masyarakat

Peningkatan kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan diharapkan dapat menekan risiko penularan penyakit pernapasan maupun penyakit pencernaan selama musim kemarau. Edukasi kesehatan juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat sehingga aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan dengan aman dan produktif.

Tindak Lanjut Pemerintah

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung akan terus memantau perkembangan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan agar deteksi dini dan penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat dan tepat selama musim kemarau berlangsung.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait