Cilegon Perkuat SOP Program MBG, Utamakan Keamanan Pangan dan Kualitas Gizi Siswa
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 25 Jul 2026, 23.46

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan makanan yang diterima siswa tetap aman, berkualitas, dan memiliki kandungan gizi yang optimal.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten Daerah I Setda Kota Cilegon, Mahmudin, saat menghadiri kegiatan Pendidikan Karakter Melalui Program Makan Siang Bergizi Berorientasi Gastronomi Indonesia di Aula Setda II Kota Cilegon, Jumat (8/5/2026).
Mahmudin menjelaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh proses penanganan, penyimpanan, hingga waktu konsumsi. Menurutnya, rentang waktu antara proses memasak dan makanan dikonsumsi harus dikendalikan sesuai SOP agar mutu pangan tetap terjaga dan risiko keracunan dapat dicegah.
"Jangan sampai makanan dimasak terlalu dini, misalnya tengah malam lalu baru dikonsumsi pada siang hari. Ada batas aman konsumsi makanan yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyimpanan makanan yang tidak sesuai prosedur dapat mempercepat penurunan kualitas. Salah satu contohnya adalah nasi panas yang langsung ditutup rapat sehingga berpotensi mempercepat proses pembusukan.
Selain itu, Mahmudin mengimbau seluruh sekolah agar makanan MBG dikonsumsi pada jam istirahat pertama sehingga kualitas gizi tetap terjaga dan makanan tidak disimpan terlalu lama.
"Kita ingin anak-anak langsung mengonsumsi makanan tersebut saat jam istirahat pertama. Jangan ditunda atau dibawa pulang karena kualitas makanan tentu akan berubah," katanya.
Mahmudin turut menyampaikan apresiasi kepada para konsultan gizi dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Ia berharap Kota Cilegon dapat menjadi daerah percontohan dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community, Ria Musiawan, menjelaskan bahwa pendekatan gastronomi tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membangun karakter melalui budaya makan sehat, disiplin, rasa syukur, kebersamaan, serta pengenalan pangan lokal.
"Kami percaya pendidikan karakter bisa dimulai dari meja makan. Di tempat tersebut, anak-anak belajar menghargai makanan dan tidak menyia-nyiakannya," ungkapnya.
Melalui penguatan SOP, edukasi keamanan pangan, dan integrasi pendidikan karakter, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi peserta didik, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat serta budaya menghargai pangan sejak usia dini.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
